EVALUASI PERENCANAAN DAN KETERSEDIAAN OBAT DI RUMAH SAKIT JIWA GRHASIA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2009 – 2010
ASTRIT IKAFITRIANI, Dr. Sulanto Saleh Danu, Sp.FK
2012 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMKOLatar Belakang: RSJ Grhasia Provinsi DIY merupakan rumah sakit rujukan tingkat provinsi, khususnya pelayanan psikiatri, sehingga dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan profesional. Instalasi Farmasi pada tahun 2010 mengalami perubahan sistem pengelolaan obat. Tahun 2009 menggunakan sistem lelang per tahun, namun dengan dikeluarkannya Keputusan Gubernur Nomor 89 tahun 2009, pengadaan tahun 2010 menggunakan sistem penunjukan langsung per bulan. Sistem ini mengubah proses perencanaan yang semula per tahun menjadi per bulan. Selain itu masih ditemukan adanya masalah ketersediaan obat yaitu obat rusak dan kadaluwarsa, kekosongan obat, stok mati dan stok berlebih karena jarang diresepkan oleh dokter. Ketersediaan obat yang baik dapat terwujud melalui sistem pengelolaan obat yang tepat, diawali sejak perencanaan obat. Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat terwujud dengan terjaminnya ketersediaan obat. Belum pernah dilakukan evaluasi terkait perencanaan dan ketersediaan obat sejak perubahan sistem tersebut. Tujuan: Melakukan evaluasi perencanaan dan ketersediaan obat di RSJ Grhasia Provinsi DIY tahun 2009 dan 2010. Metode: Rancangan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitik dan menggunakan data retrospektif tahun 2009 - 2010. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dokumen (kuantitatif) dan wawancara mendalam (kualitatif). Hasil: Proses perencanaan obat dilaksanakan 2 kali, pra anggaran dan pasca anggaran. Tahun 2009 perencanaan untuk kebutuhan 1 tahun, tahun 2010 perencanaan untuk memenuhi kebutuhan periode tertentu. Perencanaan belum disusun oleh suatu tim perencanaan obat. Metode perencanaan yang digunakan metode konsumsi dengan nilai ketepatan perencanaan tahun 2009 35,90% dan 2010 23,91%. Kesesuaian item obat persediaan dengan formularium tahun 2009 81,70% dan tahun 2010 67,71%. Kesesuaian item obat persediaan dengan DOEN pada tahun 2009 50,45% dan tahun 2010 40,28%. Kesesuaian ketersediaan jenis obat persediaan dengan 10 besar penyakit psikiatri tahun 2009 57,69% dan tahun 2010 61,54%. Persentase item obat rusak/kadaluwarsa tahun 2009 28,12% dan tahun 2010 24,31%. Nilai obat rusak/kadaluwarsa tahun 2009 Rp 147.861.233,- dan Rp 26.087.496,- tahun 2010. Kesimpulan: Proses perencanaan obat tahun 2009 dan 2010 belum dilaksanakan sesuai pedoman dan belum ada tim perencanaan. Metode perencanaan yang digunakan adalah metode konsumsi. Ketepatan perencanaan masih rendah dan tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2009. Ketersediaan obat di RSJ Grhasia Provinsi DIY masih kurang baik karena kesesuaian item obat dengan Formularium dan DOEN serta kesesuaian ketersediaan jenis obat dengan 10 besar penyakit psikiatri cukup rendah, selain itu masih terdapat obat rusak dan kadaluwarsa.
Background : Grhasia Mental Hospital Special Region of Yogyakarta (RSJ Grhasia) is a provincial reference hospitals, especially psychiatric services, that are required to be able to provide quality services and professional. Pharmaceutical installations of RSJ Grhasia in 2010 changes its medicinal management system. In 2009 still uses auction system per year, but with the release of the Governor Decree No. 89 in 2009, the procurement of medicines in 2010 using direct appointment system per month. This system changes the planning process which was originally to be per month per year. Also still found problems with the availability of medicines that is damaged and expired, empty stock, dead stock and over stock because it is rarely prescribed by doctors. Availability of good medicine could be realized through proper medication management systems, especially starting from the planning process of medicines. Quality health services can be realized by ensuring the availability of medicines. Evaluation related to planning and availability of medicines since the system change has not been done. Objective : To evaluate the planning and availability of medicines in Grhasia Mental Hospital Special Region of Yogyakarta during 2009-2010. Method: This study uses descriptive analytical case study design and using retrospective data in 2009 and 2010. The data was collected through observation of document (quantitative) and in-depth interviews (qualitative). Result : The medicinal planning process carried out 2 times, pre budget and post budget. In 2009 planning for the needs of one year, in 2010 planning to meet the needs of a particular period. Planning has not been prepared by medicinal planning team. Planning methods that used is consumption. In 2009 the planning accuracy is 35.90% and 23.91% in 2010. Conformity with the formulary medicinal items in 2009 is 81.70% and 67.71% in 2010. Conformity with DOEN in 2009 is 50.45% and 40.28% in 2010. Suitability of medicinal availability with the 10 largest psychiatric illness in 2009 is 57,69% and 61,54% in 2010. Medicines that damaged/expired in 2009 is 28.12% and 24.31% in 2010. The value of medicines that damaged/expired in 2009 is Rp 147,861,233.- and Rp 26,087,496.- in 2010. Conclusion : The medicinal planning process in 2009 and 2010 have not been implemented within the guidelines and there has been no planning team. Planning methods that used is consumption. The accuracy of medicinal planning in 2009 and 2010 is still not good, and in 2010 experiencing decreased in the accuracy of planning than in 2009. Overview of the availability of medicines in RSJ Grhasia is also not good because of the compliance with medicinal formulary, DOEN and suitability of the 10 largest psychiatric illness are remains low. In addition there was found damaged and expired medicines.
Kata Kunci : Evaluasi, Perencanaan, Ketersediaan Obat, Rumah Sakit Jiwa Grhasia.