ARAHAN PENATAAN SPASIAL RUANG TERBUKA KAMBANG IWAK PALEMBANG DITINJAU DARI KRITERIA DAYA HIDUP (LIVABILITY)
MUHAMMAD LUFIKA TONDI, Diananta Pramitasari, ST., M.Eng., Ph.D,
2012 | Tesis | S2 Desain Kawasan BinaanRuang terbuka Kambang Iwak sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan akan ruang bersama dan berintaraksi terus mengalami pertumbuhan. Letak ruang terbuka yang strategis karena berada pada pusat kota, juga ditopang oleh oleh fungsi komersial serta didukung dengan akses berupa pencapaian yang mudah, tidak diimbangi dengan pengolahan dan penataan ruang terbuka Kambang Iwak yang maksimal. Hal ini berakibat pada terus tumbuhnya fungsi komersial dalam bentuk café dan restoran serta munculnya PKL. Aktifitas di kawasan semakin ramai dengan keterbatasan ruang yang ada sehingga terjadinya konflik spatial antara pengguna Kambang Iwak, kendaraan bermotor, PKL, dan bangunan komersil disekitarnya. Oleh karena itu perlu dipikirkan bagaimana cara membuat suasana nyaman dimana masyarakat dapat beraktivitas dengan berkesinambungan, dengan penataan kawasan ruang terbuka publik Kambang Iwak yang tepat Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik kualitatif dengan berfikir deduktif. Penelitian ini menekankan pada pemahaman permasalahan di lapangan berdasarkan kondisi realistik. Diawali dengan mengidentifikasi kondisi fisik spasial di lapangan, kemudian mencoba untuk mengolah data yang dihasilkan dan menganalisisnya berdasarkan teori-teori terkait. Selanjutnya menyimpulkan hasil dari analisis, menemukan cara pemecahan atau mengeluarkan arahan rancangan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa terdapat faktor fisik dan faktor non fisik yang ditinjau dari kriteria daya hidup yang mempengaruhi kondisi spasial yang terjadi pada ruang terbuka Kambang Iwak Palembang. Sehingga rekomendasi yang akan diarahkan adalah arahan penataan spasial ruang terbuka Kambang Iwak ditinjau dari kriteria daya hidup.
Kambang Iwak open space for the fulfillment of the need for a shared space and socialization is continued to grow. Strategic Location of open space because its location is on the city center, also supported by the commercial functions and supported by the easy access to such achievement, is not maximum offset by the processing and structuring of open space of Kambang Iwak. This has resulted to continued growth of commercial functions in the form of cafes and restaurants as well as the emergence of street vendors. Activity is in the increasingly crowded with the limited available space so that it has caused the spatial conflicts between users of Kambang Iwak, between motor vehicles, street vendors, and the surrounding commercial buildings. It is therefore important to consider how to create a comfortable atmosphere where people can move continuously, with the right arrangement of public open space of Kambang Iwak This study used a qualitative approach with rationalistic deductive thinking. This study emphasizes on understanding problems in the field based on realistic conditions. Begun by identifying the physical conditions in the spatial field, then try to process and analyze data generated by related theories. Furthermore, the results of the analysis concluded, finding solutions or a way issuing a draft guidance The results suggest that there are non-physical factors and physical factors in terms of the criteria of livabilty that affect to spatial condition that occur in the open space of Kambang Iwak Palembang. So the recommendations that will be directed is the spatial arrangement of open space landing of Kambang Iwak terms of the criteria of life.
Kata Kunci : kondisi spasial, Ruang terbuka, daya hidup.