PRIVASI PADA PEKARANGAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PRIVAT PERKOTAAN DI KAWASAN HUNIAN JERON BETENG KRATON YOGYAKARTA
NOVA PURNAMA LISA, Dr. Ir.Ahmad Sarwadi, M. Eng.
2012 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturPrivasi dipahami sebagai kemampuan kontrol seseorang atau sekelompok orang dalam mewujudkan interaksinya dengan orang lain. Privasi membantu seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur jarak personalnya, ketika ingin mendekat dan ketika ingin menjauh. Privasi akan selalu dibutuhkan oleh siapa pun, kapan pun dan di mana pun, agar diperoleh pencapaian rasa aman dan nyaman didalam melakukan aktivitasnya, termasuk juga di saat berada di pekarangan rumah sebagai ruang terbuka privat. Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atausituasi tertentu. Di dalam kajian tentang arsitektur lingkungan dan perilaku, pekarangan rumah tidak hanya dianggap sebagai ruang luar dari rumah saja, tetapi juga ditentukan perlunya faktor lain dalam menentukan pola ruang dalam pekarangan, yaitu kultur, religi, spasial dan perilaku itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang berkaitan dengan privasi dan pekarangan rumah dengan konteks yang jelas dan spesifik, untuk memperkaya khasanah arsitektur perilaku dan lingkungan. Penelitian yang dilakukan menggunakan paradigma studi kasus dengan pendekatan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif induktif, dengan mengeksplorasi atau menggali terhadap temuan yang ada dan dideskripsikan. Menggali temuan pada pekarangan level (abdi dalem) birokrat tengahan rumah Demang pada kawasan hunian Jeron Beteng Kraton Yogyakarta. Sampel penelitian yang diamati terdiri dari sepuluh sampel rumah demang, dengan fokus penelitian bertitik tolak pada pentingnya privasi pekarangan sebagai ruang terbuka privat, guna memenuhi kebutuhan privasi penghuninya. Komponen analisis terdiri dari kondisi eksisting pekarangan rumah demang, yang terdiri dari beberapa identifikasi, guna menjawab pertanyaan penelitian. Bagaimana pola yang terbentuk, upaya memenuhi kebutuhan privasi dan korelasi keduanya. Hasil penelitian ini, telah menemukan bahwa pada rumah demang terdapat dua varian pekarangan yaitu extended family dan nuclear family. Masing-masing varian pekarangan mewakili terhadap type pola ruang pekarangan yang terbentuk, yaitu terdapat lima type pola ruang pekarangan. Terdapat delapan upaya/sikap untuk memenuhi kebutuhan privasi pada pekarangan extended family dan lima upaya sikap memenuhi kebutuhan privasi pada pekarangan yang nuclear family. Adanya hubungan korelasi yang sangat signifikan dan cukup signifikan terhadap pola pekarangan yang terbentuk dan upaya penghuni bersikap dalam memenuhi privasinya.
Privacy is being understood as controlling capability by someone or group in implementing their interactions to other people. Privacy could help someone or group to arrange their personal space, whether to be nearer or away. Privacy is always needed by anybody, anytime, and anywhere, to gain a sense of comfort and secure when doing activities, including when they are in home garden as a private open space. Privacy is required interaction level or openness by someone in a given condition or situation. In the study of environment and behavioural architecture, home garden is not merely considered as outer side of a house, but also determined by other factors when arranging its inner space, which are, culture, religion, spatial, and behaviour itself. Therefore, a study with specific and clear context on privacy and home garden is needed to rich the treasure of behaviour and environmental architecture. This research is conducted by using case study paradigm with qualitative method. This research is using inductive qualitative approach by exploring or digging the finding and, then, description. Digging finding from home garden of Demang which are a middle class bureaucrat (abdi dalem) in dwelling area at Jeron Beteng Kraton Yogyakarta. Observed research sample consists of ten demang’s houses, and focused the importance of home garden privacy as a private open space in order to satisfying the privacy needed by its owner. Component of analysis consists of existing condition of demang’s home garden which includes several identifications to answer the questions in this research. To see how the pattern was formed the effort to satisfy the privacy and correlation between both factors. The results show that there are two types of home garden in demang’s houses, that is, extended family and nuclear family. Each type represents the pattern of formed home garden space, which consists of five home garden pattern spaces. There are eight efforts/attitudes in satisfying the need of privacy at extended family home garden and five efforts/attitudes in satisfying the need of privacy at nuclear family home garden. There are very significant and significant correlation between formed home garden patterns and the efforts of its owner to satisfy their privacy
Kata Kunci : Privasi, pekarangan rumah, ruang terbuka privat