Laporkan Masalah

KARAKTERISASI Tobamovirus PADA Petunia x hybrida

Suryani Titi Astuti, Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U

2012 | Tesis | S2 Fitopatologi

Petunia (Petunia x hybrida) merupakan tanaman hias yang mulai banyak dikembangkan untuk ekspor akan tetapi masih jarang dibudidayakan di Indonesia. Hasil pengamatan di sentra pembibitan menunjukkan bahwa Petunia yang dikembangkan bergejala mosaik dan kerdil. Potensi ini sangat merugikan sehingga perlu dilakukan identifikasi penyebabnya sebagai dasar untuk melakukan pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penyakit pada Petunia dengan gejala mosaik dan kerdil melalui deteksi biologi, deteksi molekuler dan pengamatan morfologi virus. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari 2012 sampai bulan Juli 2012 di lahan budidaya Petunia, Sleman, Yogyakarta; Laboratorium Virologi Tumbuhan, Jurusan Fitopatologi, Fakultas Pertanian; Laboratorium TEM Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada. Penularan buatan dilakukan dengan menggunakan sap dari daun Petunia terinfeksi melalui inukulasi mekanik. Deteksi molekular dilakukan dengan menggunakan RT-PCR dengan primer universal Tobamovirus. Morfologi virus yang diamati menggunakan mikroskop elektron dengan metode quick dipping. Hasil penelitian diketahui bahwa agen penyebab penyakit dapat ditularkan secara mekanik. Gejala bercak lokal pada Chenopodium amaranticolor muncul 5 hari setelah inokulasi dan gejala sistemik muncul 12 hari setelah inokulasi pada N. benthamiana. Keberadaan Tobamovirus pada tanaman yang terinfeksi terdeteksi melalui analisis PCR yang ditunjukkan oleh fragmen DNA berukuran 400 bp. Bentuk partikel berbentuk batang dengan ukuran sekitar 300 nm. Virus memiliki homologi tertinggi dengan Rehmania Mosaic Virus (RMV) isolat Jepang sebesar 96%. Berdasarkan hasil penularan, ukuran pita DNA, dan bentuk partikel diketahui penyebab penyakit adalah Tobamovirus dengan jenis RMV.

As ornamental plant, Petunia (Petunia x hybrida) is many developed for export but still rarely cultivated in Indonesia. Field observations showed that Petunias were developed symptomatic mosaic and stunted. The potential is so detrimental and it is necessary to identify the cause as a basis for control. The objective of this study was to investigate the causal agent of disease in Petunia with mosaic and stunt symptoms by biological, molecular and morphological detection. This study was conducted in Petunia’s nursery, Sleman, Yogyakarta; Plant Virology Laboratory, Department of Phytopathology, Faculty of Agriculture; TEM Laboratory, Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Science, Gadjah Mada University. Artificial transmission was done by mechanical inoculation. The molecular detection was conducted by RT-PCR with universal primer Tobamovirus. The morphology of the causal agent was observed by using an electron microscope with quick dip method. The result showed that the causal agent of disease was mechanically transmitted. The local necrotic was observed on 5 days after inoculation in Chenopodium amaranticolor and the systemic symptoms observed on 12 days after inoculation in Nicotiana benthamiana. The presence of Tobamovirus in infected plants was detected by PCR analysis that shown by fragment DNA of 400 bp. The form of rod-shaped particles was 300 nm. The virus had the highest homology with Rehmania Mosaic Virus (RMV) isolates in Japan by 96%. Based on the transmission way, particle form, and fragment of DNA revealed that the causal agent of disease is Tobamovirus which is RMV species.

Kata Kunci : Tobamovirus, Petunia x hybrida, RMV


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.