PENGARUH BUDAYA KESELAMATAN PENERBANGAN TERHADAP KINERJA PERSONEL DAN IMPLIKASINYA DALAM MENUNJANG KEKUATAN SATUAN (Studi Persepsi di Wing Pendidikan Terbang Lanud Adisutjipto Yogyakarta)
Putu Sucahyadi, Dr. Armaidy Armawi, M.Si
2012 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan mengetahui sejauh mana pengaruh budaya keselamatan penerbangan terhadap kinerja personel Wingdikterbang, serta implikasi pengaruh budaya keselamatan penerbangan dan kinerja personel Wingdikterbang dalam menunjang kekuatan satuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisa deskriptif berdasarkan hasil uji instrumen, uji regresi dan uji intervening. Data primernya berasal dari kuesioner yang berjumlah 100 buah yang disebar di satuan-satuan jajaran Wingdikterbang. Selain menggunakan kuesioner, untuk pencarian data lainnya menggunakan wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini dapat diperlihatkan bahwa, budaya keselamatan penerbangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja personel Wingdikterbang, serta budaya keselamatan penerbangan dan kinerja personel Wingdikterbang secara simultan dapat memberikan pengaruh yang lebih positif tehadap kekuatan satuan. Hal ini dapat dilihat dari analisis jalur yang memperlihatkan pengaruh budaya keselamatan penerbangan melalui kinerja personel terhadap kekuatan satuan lebih besar, yaitu 36,3% dibandingkan pengaruh langsung budaya keselamatan terhadap kekuatan satuan Udara sebesar 30,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa kinerja personel dapat menjadi variabel yang memediasi positif budaya keselamatan penerbangan terhadap kekuatan satuan. Dalam usaha peningkatan penanaman budaya keselamatan penerbangan dan peningkatan kinerja personel untuk menunjang kekuatan satuan, Wingdikterbang masih menghadapi berbagai hambatan yang disebabkan dari faktor personel, usia alutsista pesawat, kelengkapan alat keselamatan penerbangan dan kerja, keterbatasan spare part dan faktor perilaku individu. Menghadapi hambatan-hambatan tersebut, Wingdikterbang telah melaksanakan pengoptimalisasian dan pengajuan personel maupun materiil. Selain itu masih perlu adanya perhatian lebih dari pimpinan satuan bawah sampai dengan pusat, pengembangan dan kerjasama dengan industri pertahanan dalam negeri, serta kerjasama dengan instansi akedemisi yang mempunyai kompetensi dalam penerbangan.
This study was conducted to investigate and know how far the effect of flight safety culture to personnel working on Wingdikterbang, and implication the effect of flight safety culture and personnel working Wingdikterbang in supporting unit strength. This study used quantitative method with descriptive analysis based on instrument test result, regression test, and intervening test. Primary data come from 100 questioners given to all personnel of Wingdikterbang. It is not only questioner but also interviewing and documentation to get data. Based on the result of this study, it shows that flight safety culture give a significant effect to personnel working of Wingdikterbang, and flight safety culture and personnel working of Wingdikterbang simultaneously give a positive effect to unit strength. It can be seen from analysis that show the effect of flight safety culture with personnel working to unit strength is 36,3% more than the effect of flight safety culture without personnel working to unit strength, namely 30,8%. This result shows that personnel working become positive variable of flight safety culture for unit strength. To increase understanding flight safety culture and personnel working to support unit strength, Wingdikterbang still has some challenges which is caused by personnel factors, plane working age, tool equipment of flight and working safety, spare part limitation, and individual attitude factor. Facing those challenges, Wingdikterbang realized optimal and proposal of personnel and fund. Besides, it is still needed good attention from local unit leader up to centre unit leader, development and working together with internal affairs defense industry, and academic institution which have good competition in flight.
Kata Kunci : Budaya Keselamatan, Kinerja Personel, Kekuatan Satuan.