KELEKATAN REMAJA AKHIR KEPADA IBU, AYAH,DAN TEMAN SEBAYA, DENGAN STRUKTUR KELUARGA SEBAGAI VARIABEL MODERATOR DAN HUBUNGANNYA DENGAN HARGA DIRI
Laumi, Dr. Maria Goretti Adiyanti
2012 | Tesis | S2 PsikologiHarga diri diidentifikasikan sebagai parameter psikologi penting bagi perkembangan remaja. Sejumlah penelitian mendapatkan hasil-hasil yang tidak konsisten terhadap perkembangan harga diri remaja. Kelekatan, dari sejumlah faktor yang memengaruhi harga diri, merupakan salah satu faktor yang penting dicermati khususnya dalam konteks perkembangan struktur keluarga yang semakin memprihatinkan saat ini. Keluarga dengan orangtua tunggal semakin meningkat. Kelekatan remaja, khususnya dengan orangtua yang tidak mendapatkan hak asuh semakin mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempertajam titik-titik temu dari penelitian-penelitian sebelumnya terhadap kelekatan remaja kepada ibu, ayah, dan teman sebaya dengan struktur keluarga sebagai variabel moderator dan hubungannya dengan harga diri. Subjek penelitian adalah siswa-siswi kelas 11 dan 12 SMKN 2 Depok dan SMKN 6 di Yogyakarta. Tiga puluh tujuh subjek berasal dari keluarga utuh dan 41 subjek berasal dari keluarga dengan orangtua tunggal sebagai akibat perceraian atau perpisahan. Regresi ganda berjenjang dan Moderating Regrassion Analysis digunakan dalam menganalisis hubungan antara kelekatan dengan harga diri dengan mempertimbangkan struktur keluarga sebagai variabel moderator. Hasil penelitian menemukan bahwa kelekatan kepada ibu, ayah, dan teman sebaya secara signifikan memprediksi harga diri. Temuan yang menarik dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelekatan kepada ayah dan teman sebaya menjadi prediktor yang lebih kuat dibanding dengan kelekatan kepada ibu terhadap harga diri remaja. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa struktur keluarga tidak memengaruhi hubungan antara kelekatan kepada ibu dan ayah dengan harga diri. Hasil dari penelitian tambahan dengan metode independent-sample t test, yang dimaksudkan untuk semakin mempertajam hasil penelitian, menunjukkan hasil yang sama. Struktur keluarga tidak memengaruhi harga diri, demikian juga dengan gender. Sementara itu, hanya kelekatan kepada ayah yang berbeda secara signifikan antar kelompok subjek dari keluarga utuh dan tidak utuh. Kelekatan kepada ibu hanya sedikit berbeda antar kelompok subjek perempuan dan laki-laki. Kelompok subjek perempuan memiliki tingkat kelekatan kepada ibu yang sedikit lebih tinggi daripada kelompok subjek laki-laki.
Self-esteem has been identified as crucial psychological parameter in adolescents’ development. Nevertheless, there are many inconsistent findings of researches on adolescents’ self-esteem development. Among various factors that affect self-esteem, attachment has been identified to be one of significant factors, especially in the context of current family structure development. Single parent families have increased significantly nowadays. Attachment of adolescents, especially with the non-custodial parent, is in jeopardy. This research was aiming at sharpening research findings on adolescents’ selfesteem in relation to attachment with their mother, father, and peer, by involving family structure as moderating variable. Subjects of this research were students from grade 11 and 12 of SMKN 2 Depok and SMKN 6 in Yogyakarta, both males and females. Thirty-seven subjects were from intact families and 41 subjects were from single parent families due to separation or divorce. Hierarchical multiple regression and Moderating Regrassion Analysis are used in its attempt to analyze the relationship of attachment with self-esteem in respect of family structure as moderating variable. The results suggest that attachment to mother, father, and peer significantly predicts self-esteem as dependent variable. Interesting finding of this research showed that both attachment to father and attachment to peer are stronger predictors to self-esteem compared to attachment to mother. Further analysis showed that family structure was not a moderating variable towards the relationship between attachment (to mother and father) and self-esteem. Additional regression analysis carried out separately on subjects from intact and non-intact families also showed similar results. Results from independent-sample t test, additional analysis carried out in order to sharpen the findings of the research, showed similar results from multiple regression analysis. Family structure has no affect on selfesteem, so is gender. Meanwhile, only attachment to father is significantly differ between groups of subject from intact and non-intact families. Attachment to mother only has moderate effect size between female and male subjects. Level of attachment to mothers on female subjects are slightly higher than males.
Kata Kunci : harga diri, kelekatan, struktur keluarga, remaja