PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN METODE APLIKASI LAHAN DI GARDEN ROOF UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
Ernawati, Prof. DR. dr. KRT. Adi Heru Sutomo, M.Sc.
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Permasalahan lingkungan hidup di Indonesia antara lain adalah pencemaran badan air atau sungai yang bukan hanya berasal dari limbah industri tetapi juga limbah domestik. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam hal ini menerapkan suatu teknologi pengolahan limbah cairnya dengan Metode Aplikasi Lahan, yaitu penggunaan air limbah untuk mengairi lahan tanaman. Air limbah domestik dari UGM yang dialirkan ke selokan Karang Malang mengandung logam berat Pb lebih kurang 0,0089mg/l dan Cd lebih kurang 0,0020 mg/l. Walaupun masih berada dibawah baku mutu yang ditetapkan, ini akan berbahaya karena sifat dari Pb dan Cd ini dapat terakumulasi dalam sayuran dan tubuh manusia. Untuk itu perlu diketahui besarnya penurunan kadar pencemar BOD, COD, Nitrit, pH, Pb dan Cd pada pengolahan air limbah domestik yang dilakukan UGM dan kandungan logam berat Pb dan Cd pada sayuran yang dialiri air limbah tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui efisiensi pengolahan air limbah domestik dengan metode aplikasi lahan yang diterapkan di Garden Roof UGM, besar dan perbedaan kandungan logam berat Pb dan Cd pada sayur-sayuran produk Garden Roof UGM dengan sayuran yang dijual di 3 pasar tradisional Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Survei dengan disain Crosssectional. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis statistik menggunakan Uji T–test (Paired sampel Test) dan Anova. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk parameter BOD (thitung 3,65, p<0,05) dan COD (thitung 3,77, p<0,05) antara sebelum dan sesudah dilewatkan pada lahan sayuran sebesar 51,73% dan 55,45%, sedangkan untuk Nitrit dan pH tidak terdapat perbedaan signifikan (thitung 1,911, p>0,05 dan 0,782, p>0,05). Kandungan Pb (mg/kg) pada kangkung, sawi dan bayam produksi Garden Roof, yaitu: 0,05, 0,63 dan 0,00, kandungan Cd sebesar 0,23, 0,20 dan 0,31. Kandungan Pb pada bayam dari 3 pasar tradisional Yogyakarta,berada dibawah NAB ( pasar Kranggan 0,48, pasar Beringharjo 0,36 dan pasar Demangan 0,26), Cd dalam semua sayuran dari tiap pasar(Kranggan, Beringharjo dan Demangan) berada diatas NAB. Kesimpulan: Terdapat penurunan kadar BOD dan COD. Ditinjau dari kandungan Pb: kangkung dan bayam Garden Roof layak untuk dikonsumsi, sedangkan sawi tidak. Dari kandungan Cd: Sawi layak komsumsi, sedangkan kangkung dan bayam tidak. Sayuran dari 3 pasar tradisional Yogyakarta ditinjau dari kandungan Pb hanya bayam yang layak dikonsumsi,dan semua jenis sayuran tidak layak untuk dikonsumsi ditinjau dari kandungan Cd.Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kandungan logam berat Pb sayuran produk Garden Roof UGM dengan sayuran dari ke 3 pasar tradisional Yogyakarta. Terdapat perbedaan yang signifikan kandungan Cd pada kangkung pasar Kranggan dan pasar Beringharjo dengan kangkung Garden Rroof, serta sawi pasar Demangan dengan sawi Garden roof. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan kandungan Cd dalam bayam Garden Roof UGM dengan ke 3 pasar Tradisional Yogyakarta.
Background: Gadjah Mada University (UGM) in Yogyakarta has applied a waste water management technology using a Land Application Method, where the waste water is used to water fields. The domestic waste water from UGM that is discharged into the Karang Malang canal contains the heavy metals Pb and Cd, with concentrations of approximately 0.0089 mg/l and 0.0020 mg/l respectively. Even though it is still under the required quality standards, it could still cause harm because of the nature of Pb and Cd which can accumulate in vegetables and the human body. Thus it is necessary to find out how much the levels of the pollutants BOD, COD, Nitrite, pH, Pb and Cd have decreased through the domestic waste water processing done by UGM, and the content of heavy metals Pb and Cd in vegetables which are irrigated with this waste water. Objective: to analys the decrease in the concentrations of BOD, COD, Nitrite, pH, Pb and Cd in the domestic waste water processing using the land application method used by UGM’s Garden Roof in Yogyakarta, the edibility, and the difference in the heavy metals Pb and Cd content of vegetables from the Garden Roof of UGM and ones sold in 3 traditional markets in Yogyakarta. Method: This study utilized a survey method with a cross-sectional design. Data were analyzed in a descriptive manner and statistical analysis used a T-test (paired sample test) and Anova. Result: The result of the study showed that there was a significant difference for the BOD (tcount 3.65, p<0.05) and COD (tcount 3.77, p<0.05) parameters before and after being passed through the vegetable field of the amount 51.73% and 55.45%; while for the Nitrite and pH there was no significant sifference (tcount 1.911, p>0.05 and 0.782, p>0.05). The Pb content (mg/kg) in swamp cabbage, mustard cabbage, and spinach produced by the Roof Garden are 0.05, 0.63 and 0.00 respectively; the Cd content are 0.23, 0.20, and 0.31. The Pb content in spinach from the 3 traditional markets in Yogyakarta is below the NAB (in Kranggan market 0.48, in Beringharjo market 0.36, and in Demangan market 0.26); the Cd in all the vegetable in each market (Kranggan, Beringharj, and Demangan) is above the NAB. Conclusion: There is a decrease in BOD and COD levels. Based on the Pb content, the Garden Roof’s swamp cabbage and spinach are safe to eat, while the mustard greens not. Based on the Cd content, the mustard greens safe to eat while the swamp cabbage and spinach are not. Swamp cabbage and mustard green from all 3 traditional markets in Yogyakarta, based on the Pb content, are not safe for consumption, while spinach is; all vegetables are not safe for consumption based on the Cd content. There is no significant difference in the content of the heavy metal Pb in vegetable products from the UGM Roof Garden and vegetables from the 3 traditional markets. There is a significant difference in Cd content between swamp cabbage from the UGM Roof Garden with the swamp cabbage from Kranggan market and Beringharjo market, and the mustard green produced by the Roof Garden with the ones sold at Demangan market. There is no significant difference in Cd content in the spinach from the UGM Roof Garden and the 3 traditional markets.
Kata Kunci : Air Limbah Domestik, Metode Aplikasi Lahan, Plumbum (Pb) Cadmium (Cd), Sayuran