HUBUNGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES SP DAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA JAMBI
Bambang Ariyadi, Dra. Susi Iravati, Apt., Ph.D
2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan global. Sebagai Negara berkembang Indonesia masih mengalami kasus DBD dengan Kejadian Luar Biasa (KLB). Tahun 1994 seluruh Propinsi Indonesia telah terjangkit penyakit DBD.Kota Jambi merupakan kontributor penderita DBD tertinggi dari 11 Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi Jambi,bahkan Tahun 2011 Kota Jambi mengalami KLB DBD dengan 1110 kasus dan 25 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan Pada bulan januari sampai awal maret terdapat 253 kasus dan 12 orang meninggal dunia;Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jumlah container, kondisi sanitasi rumah dan keberadaan jentik dengan kejadian DBD di Kota Jambi. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah studi epidemiologi, dengan desain kasus control, subjek penelitian adalah rumah kasus dan rumah kontrol sebanyak 130 kasus dan 130 kontrol degan perbandingan 1:1. Variabel bebas penelitian adalah jumlah kontainer, kondisi sanitasi rumah dan kebedaan jentik. Variabel terikatat kejadian DBD Hasil Penelitian: Hasil analisis uji chi-square ada hubungan yang bermakna antara jumlah kontainer dengan kejadian DBD dengan p value = 0,029 dan OR 0,322 artinya artinya responden yang kontainer lebih dari dua dan kurang dari dua merupakan faktor protektif 0,322 tidak mempunyai risiko terkena DBD Ada hubungan yang bermakna antara kondisi sanitasi rumah dengan kejadian DBD dengan pvalue = 0,001 dan OR 2.419 artinya pada kondisi sanitasi rumah yang kurang baik memiliki resiko 2,419 kali lebih besar terkena DBD dibandinkan dengan kondisi sanitasi rumah yang baik. Untuk keberadaan jentik uji statistik diperoleh nilai p= 0,026 ada hubgungan yang bermakna antara keberadaan jentik dengan kejadian DBD dengan OR=1.802 artinya keberadaan jentik yang posif mempunyai resiko 1,802 kali kejadian DBD dibandingkan dengan keberadaan jentik yang negatif. Hasil analisis multivariat ada 2 variabel yang paling berhubungan antara jumlah kontainer p=0,031 dan kondisi sanitasi rumah p=0,001 dengan kejadian DBD Kesimpulan: Dari uji multivariat dari tiga variable Jumlah Kontainer, p=0,038 Kondisi Sanitasi Rumah p= 0,009 dan Keberadaan Jentik 0,095, model akhir mulitivariat terdapat dua variable yang berhubungan terhadap dengan kejadian DBD yaitu jumlah kontainer p=0,031 dan kondisi sanitasi rumah p=0,001. Dari variable yang merupakan faktor resiko adalah kondisi sanitasi rumah terhadap kejadian DBD dengan OR 2,368
Background: DHF is a persisting global health problem. As a developing country Indonesia is still facing DHF outbreaks. In 1994 DHF cases occurred in all provinces of Indonesia. Jambi Municipality was one of the biggest contributors of DHF cases out of 11 districts/municipalities at the Province of Jambi. Even in 2011 Jambi Municipality had DHF outbreaks with as many as 1,110 cases and 25 of them died. Meanwhile from January to early March there were 253 cases and 12 people died. Objective: The study aimed to identify association between number of containers, house sanitation condition and the presence of larvae and the incidence of DHF at Jambi Municipality. Method: This was an epidemiological study with case control design. Subject of the study were case and control houses, comprising 130 cases and 130 controls at comparison 1:1. The independent variables were number of containers, house sanitation condition and the presence of larvae. The dependent variable was the incidence of DHF. Results: Mc Nemar test results of the analysis there was a significant association between the number of containers with dengue incidence with p value = 0.029 and OR .0,322 means a container that is the respondent for more than two and less than two is a protective factor 0.322 has no risk of dengue There was a significant association between sanitary condition of the house with the incidence of dengue with pvalue = 0.001 and OR 2,419 means that the sanitary condition of the poor house at risk 2,419, times greater risk of DHF dibandinkan the sanitary conditions of a good home. Statistical tests for the presence of larvae obtained value of p = 0.026 there is a significant hubgungan between the presence of larvae in the incidence of dengue with OR = 1,802 means that the presence of larvae which have posif 1,802 times the risk of dengue incidence in comparison with the existence of a negative larvae. Results of the multivariate analysis there are two variables most related to the amount of container p =0,031 home and sanitary conditions p=0.001 with the incidence of dengue Conclusion: Of a multivariate test of the three variable number of containers, p = 0.038 Sanitary Conditions Home p = 0,, 009 larvae and presence of 0.095, the final model contained two variables mulitivariat related to the incidence of dengue is the number of containers p = 0.031 and p = home sanitary condition 0.001. Of variables that are risk factors are the sanitary conditions on the incidence of dengue fever home with OR 2.368.
Kata Kunci : Kontainer, Sanitasi Rumah, Keberadaan Jentik