Laporkan Masalah

KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR MINUM, PERILAKU SANITASI IBU, DAN SARANA SANITASI LINGKUNGAN TERKAIT KEJADIAN DIARE PADA ANAK BALITA DI KECAMATAN JETIS KOTA YOGYAKARTA

Ade Rahmat Firdaus, Dra.Susi Iravati,Apt,Ph.D,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Morbiditas dan Mortalitas akibat diare pada anak Balita hingga saat ini masih tinggi sehingga menjadi permasalahan di negara berkembang termasuk di Indonesia, sarana sanitasi lingkungan yang tidak sehat serta perilaku yang tidak higienis merupakan salah satu penyebab masih tingginya kejadian diare. Di Kota Yogyakarta Tahun 2009 diketahui bahwa Kecamatan Jetis merupakan salah satu kecamatan di Kota Yogyakarta yang memilki angka kejadian diare cukup tinggi yaitu mencapai 791 kasus dimana 285 kasus (36 %) diantaranya terjadi pada usia Balita. Tujuan : Untuk membuktikan bahwa kualitas bakteriologis air minum, perilaku sanitasi ibu (higiene perorangan, kebiasaan dalam memberi makan anak Balita, pengelolaan air minum) serta sarana sanitasi lingkungan (sarana pembuangan tinja, sarana pembuangan air limbah/SPAL, sarana pembuangan sampah) merupakan faktor risiko kejadian diare pada anak Balita di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan responden sebanyak 60 kasus dan 60 kontrol. Kelompok kasus adalah ibu yang memiliki anak Balita yang berdasarkan diagnosis medis dari Puskesmas Jetis menderita diare pada Desember 2011 sampai dengan Februari 2012 sedangkan kontrol adalah ibu yang memiliki anak Balita yang tidak menderita diare selama tiga bulan terakhir. Analisis data dilakukan secara univariat, analisis bivariat dengan uji statistik chi square dan analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik pada α=0,05. Hasil : Berdasarkan analisis multivariat menunjukkan 5 variabel mempunyai pengaruh signifikan dengan kejadian diare pada anak Balita yaitu 1) kualitas bakteriologis air minum p=0,039 OR=10,734; 2) higiene perorangan p=0,002 OR=4,349; 3) kebiasaan memberi makan anak Balita p=0,001 OR=6,155 ; 4) pengelolaan air minum P=0,002 OR=5,171; 5) sarana pembuangan tinja p=0,004 OR=4,013. Kesimpulan : Kualitas bakteriologis air minum, perilaku sanitasi ibu (higiene perorangan, kebiasaan dalam memberi makan anak balita, dan pengelolaan air minum), serta sarana sanitasi lingkungan berupa sarana pembuangan tinja merupakan faktor risiko kejadian diare pada anak Balita di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta. Sarana sanitasi lingkungan berupa sarana pembuangan air limbah (SPAL) dan sarana pembuangan sampah bukan merupakan faktor risiko kejadian diare pada anak balita di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta.

Background: Morbidity and Mortality due to diarrhea in children under five is still high and become a problem in developing countries such as Indonesia,, unsanitary environmental sanitation facilities and unhygienic behavior are causes of higher diarrhea incidence rate. In Yogyakarta City, in 2009 it is found that subdistrict of Jetis is one of sub-district in Yogyakarta City which had sufficiently high diarrhea incidence rate, reaching 791 cases, where 285 of the cases (36%) occurred in children under five. Objectives: To prove that bacteriological quality of drinking water, sanitation behavior of mothers (personal hygiene, habit to feed children of under five, drinking water management) and environmental sanitation facilities (facilities of feces disposal, household water waste disposal /SPAL and trash disposal) are risk factors of diarrhea incidence in children under five at sub-district of Jetis, Yogyakarta City. Methods: This research was an observational analytic using case-control study design with the respondents were 60 cases and 60 control. Groups of cases were mothers having children under five and suffering from diarrhea who defined by medical diagnosis from Public health center of Jetis, in December 2011 to February 2012 while the control were mothers having children under five in last 3 months did not suffer from diarrhea. Data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis using logistic regression at α=0,05. Results: Results of multivariate analysis showed 5 variables had significant effect on diarrhea incidence in children under five, namely: 1) Bacteriological quality of drinking water p=0.039 and OR=10,734; 2) Personal hygiene p=0.002 and OR=4,349; 3) Mothers habit to feed children under five p=0.001 and OR=6,155; 4) Drinking water management p=0,002 and OR=5,171; 5) Facilities of feces disposal p=0,004 and OR=4,013. Conclusion: Bacteriological quality of drinking water, sanitation behavior of mothers (personal hygiene, mothers habit to feed children of under five, drinking water management), and environmental sanitation facilities such as feces disposal were risk factors of diarrhea incidence in children under five at subdistrict of Jetis, Yogyakarta City. Water waste disposal (SPAL) and trash disposal facilities were not risk factors of diarrhea incidence in children under five at subdistrict of Jetis, Yogyakarta City.

Kata Kunci : Kualitas bakteriologis,air minum, diare, anak Balita.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.