Validasi Metode Analisis Benzena Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Aplikasinya untuk Analisis Pembentukkan Benzena yang dihambat oleh Glukosa dan Fruktosa dalam Minuman ringan
ETTY SULISTYOWATI, Prof. Dr. Sudibyo Martono, M.S., Apt.
2012 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiBenzoat dan asam askorbat dalam minuman ringan dapat memicu pembentukkan benzena. Pembentukkan benzena dalam minuman ringan dapat dicegah dengan menggunakan glukosa dan fruktosa sehingga perlu diketahui bahan mana yang paling efektif dalam menghambat pembentukan benzena. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan metode analisis benzena dalam minuman ringan yang tervalidasi sehingga hasil analisis yang diperoleh tepat dan akurat. Metode yang dikembangkan untuk analisis benzena adalah Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan fase gerak asetonitril : akuabides 60 : 40 (v/v) dengan kecepatan alir 0,8 mL/menit, kolom yang dipakai LiChrosob® Phenomenex RP-18, volume injeksi 20 μL serta detektor UV-Vis pada λmax205.Natrium benzoat 1250 mg/L dan asam askorbat 1000 mg/L dalam simulasi minuman ringan dapat menghasilkan benzena yang dapat dihambat pembentukkannya oleh glukosa dan fruktosa. Hasil metode analisis yang dikembangkan memenuhi persyaratan validasi, yang meliputi ketepatan, ketelitian, selektivitas, linieritas, batas deteksi dan batas kuantitasi untuk menganalisis benzena dalam minuman ringan. Hasil uji statistik analisis benzena dalam larutan simulasi minuman ringan yang ditambahkan glukosa dan fruktosa menunjukkan adanya perbedaan secara bermakna, penghambatan pembentukkan benzena terhadap konsentrasi yang ditambahkan dalam minuman ringan. Kadar Glukosa dengan konsentrasi 0,10; 0,05 dan 0,01 M menghasilkan penghambatan benzena rata-rata sebesar 41,02; 61,62 dan 4,18 %, sedangkan fruktosa dengan konsentrasi 0,10; 0,05 dan 0,01 M memberikan hasil penghambatan benzena rata-rata sebesar 70,52; 22,65 dan 47,18 %.
Benzoate and ascorbic acid in soft drinks can trigger the formation of benzene. The formation of benzene in soft drinks can be prevented with the use of glucose and fructose so it is needed to know which materials are most effective in inhibiting the formation of benzene. The study was conducted to find a method of analysis of benzene in soft drinks that validated analytical results obtained so precise and accurate. Methods development for the analysis of benzene is High Performance Liquid Chromatography (HPLC) using a mobile phase of acetonitrile : aquabides (60: 40 v/v) with flow rate 0.8 mL / min, the column used LiChrosob Phenomenex RP-18, the injection volume 20 μL, and UV-Vis detector at λmax 205. 1250 mg/L of sodium benzoat and 1000 mg/L of ascorbic acid can produce benzena in the simulation solution that can be inhibited by glucose and fructose.The results of the analytical methods are developed to find the validation requirements, which include accuracy, precision, selectivity, linearity, limit of detection and limit of quantitation for analyzing benzene in soft drinks. The results of simulation analysis of benzene in soft drinks solution, statistical tests showed difference in the inhibition of the formation of benzene significant by glucose and fructose, were added to the concentration in soft drinks that is added to the glucose concentration of 0.10; 0.05 and 0.01 M benzene inhibition by an average of 41.02; 61.62 and 4.18%, while the concentration of fructose with 0.10; 0.05 and 0.01 M gives the results of the inhibition of benzene by an average of 70.52; 22.65 and 47.18%.
Kata Kunci : Validasi, benzena, glukosa, fruktosa, metode KCKT.