Laporkan Masalah

ANALISIS STRUKTUR PEREKONOMIAN KECAMATAN DI KABUPATEN BANGKA TENGAH PERIODE 2007-2010

Husef Sribuono, Dr. Soeratno, M.Ec

2012 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk memberikan gambaran dan analisis terhadap kondisi perekonomian kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah yang tercermin pada struktur perekonomiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur perekonomian kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah, 2007-2010 dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah, 2007-2010. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari 6 kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah yaitu mulai tahun 2007 sampai tahun 2010 dengan menggunakan analisis korelasi Spearman Rank dan regresi data panel. Adapun data sekunder meliputi : data PDRB atas dasar harga konstan (tahun dasar 2000), data jumlah rumah tangga, data jumlah rumah tangga pelanggan listrik, dan data jumlah penduduk berpendidikan SLTA ke atas. Dalam menganalisis struktur perekonomian kecamatan penelitian ini menggunakan data PDRB menurut lapangan usaha, data dihitung dengan menggunakan korelasi Spearman Rank dan diperoleh hasil: 1. peringkat kontribusi tiap kecamatan terhadap PDRB Kabupaten Bangka Tengah selama tahun 2007-2010 tidak mengalami perubahan yang signifikan; 2. Sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang paling dominan di 3 kecamatan yaitu: Pangkalan Baru, Sungai Selan dan Simpang Katis, sektor perdagangan, hotel dan restoran mendominasi di 2 kecamatan yaitu Namang dan Lubuk Besar, dan hanya 1 kecamatan yang didominasi oleh sektor industri pengolahan yaitu kecamatan Koba; 3. selama kurun waktu 2007-2010, ada 1 kecamatan yang struktur perekonomiannya tidak berubah sama sekali; 4. PDRB perkapita terbesar adalah Kecamatan Koba sebesar Rp15,33 juta (dominan sektor industri pengolahan) dan PDRB perkapita terendah adalah Kecamatan Lubuk Besar, sebesar Rp4,61 juta (dominan sektor perdagangan, hotel dan restoran). Selanjutnya dalam menganalisis pertumbuhan ekonomi kecamatan menggunakan data panel, dengan hasil menunjukkan bahwa variabel jumlah rumah tangga dan jumlah penduduk berpendidikan SLTA ke atas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah periode 2007-2010. Variabel jumlah rumah tangga pelanggan listrik tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kecamatan.

The research was conducted in an attempt to provide an overview and analysis of economic conditions in the districts of Central Bangka regency which is reflected in the structure of the economy. This study aims to analyze the structure of the economy in the district of Central Bangka regency, 2007-2010 and analyzes the factors that influence economic growth districts in Central Bangka regency, 2007-2010. The data used in this study are secondary data from 6 districts in Central Bangka regency, namely from 2007 to 2010 by using the Spearman rank correlation analysis and regression analysis of panel data. The secondary data include: data Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices (base year 2000), data on the number of households, data on the number of household electricity customers, and data population of high school education and above. In analyzing the structure of the economy's sub-study used data according to business sector GRDP, the data calculated using the Spearman rank correlation and the obtained results: 1. rank the contribution of each district to the Central Bangka regency GRDP during 2007-2010 did not change significantly; 2. Mining and quarrying sector is the dominant sector in the three districts, namely: Pangkalan Baru, Sungai Selan and Simpang Katis, trade, hotels and restaurants dominate in two districts namely Namang and Lubuk Besar, and only one district which is dominated by the manufacturing sector is Koba district; 3. during the period 2007-2010, there is one district that the structure of the economy has not changed at all; 4. GRDP per capita is the largest district Koba Rp15,33 million (the dominant manufacturing sector) and the lowest per capita GRDP is the District Lubuk Besar, Rp4,61 million (predominantly in the trade, hotels and restaurants). Furthermore, in analyzing the district's economic growth using panel data, the results indicate that the variable number of households and a population of high school education to the positive and significant effect on economic growth districts in Central Bangka regency period 2007-2010. Variable amounts of household electricity customers no significant effect on economic growth districts.

Kata Kunci : Struktur perekonomian, pertumbuhan ekonomi, jumlah rumah tangga, jumlah rumah tangga pelanggan listrik, jumlah penduduk berpendidikan SLTA ke atas, korelasi Spearman Rank, regresi data panel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.