Laporkan Masalah

ANALISIS PEMAHAMAN NASABAH BNI SYARIAH TENTANG KE‘SYARIAH’AN BNI SYARIAH (Studi Kasus BNI Syariah Godean, Sleman, Yogyakarta)

Shofa Robbani, Dr. Soeratno, M.Ec.

2013 | Tesis | S2 Ekonomi Islam

Perbankan Islam haruslah didasarkan pada prinsip-prinsip ekonomi Islam yang sesuai dengan hukum Islam. Islam melarang bunga dan riba, tapi menghalalkan bagi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah, riba, bunga dan bagi hasil dan menganalisis hubungan Nasabah Penabung Bank Syariah dengan statusnya yang juga sebagai Nasabah Penabung Bank Konvensional. Penelitian ini melibatkan 51 responden, yang semuanya adalah nasabah BNI Syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap perbankan syariah saat ini masih tergolong rendah. Persepsi mereka tentang ke‘syariah’an bank syariah, riba, bunga dan bagi hasil masih beragam, kebanyakan dari mereka masih belum paham dan tahu istilah-istilah tersebut. Dan di sisi lain, hubungan Nasabah Penabung Bank Syariah dengan statusnya yang juga sebagai Nasabah Penabung di Bank Konvensional sangat erat kaitannya dengan status kerja dan tingkat pendidikan. Hal ini berdampak pada minat masyarakat untuk manabung atau mengambil pembiayaan di bank syariah juga turut rendah. Bank Syariah yang seharusnya menjadi pilihan utama bagi masyarakat muslim masih kalah dengan dominasi Bank Konvensional. Dengan demikian, bank syariah ke depan perlu mengevaluasi bersama guna meningkatkan jumlah nasabah bank syariah. Sosialisasi tidak harus di lakukan oleh praktisi perbankan di tempattempat yang di khususkan saja, tetapi bisa saja oleh Dai/Khatib/Penceramah di masjid-masjid, pertemuan-pertemuan formal maupun non formal.

Islamic banking must be based on the principles of Islamic economics framework in accordance with Islamic law. Islam forbids usury and interest, but Islam has permitted profit and loss sharing. This research aims to analyze the influence of the level of people’s understanding toward Islamic banking, usury, interest and profit and loss sharing, and to analyze the relationship of Islamic Bank Customer Savers which are also Conventional Bank Customer Savers. This research involved 51 respondents, all of whom are based on customers of BNI Sharia. The result of the study showed that the level of people's understanding toward Islamic banking is still relatively low. Their perception of how sharia Islamic banks, usury, interest, and the profit and loss sharing are varies, most of them still do not understand and know these terms. On the other side, the relationship between Islamic Bank Customer Savers which are also Conventional Bank Customer Savers and employment status and education level is closely associated. This has an impact on the public interest to save or take financing in Islamic banks is also lower. Islamic banks which supposed to be a prominent choice for the Muslim community is still inferior to conventional bank dominance. Thus, Islamic banks need to evaluade themselves forward in order to increase the number of customers of Islamic banks. Socialization is not only done by banking practitioners in banking settings, but it may be given by Dai / Khatib / preachers in mosques, formal and informal meetings.

Kata Kunci : pemahaman dan persepsi, perbankan syariah, riba, bunga, bagi hasil


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.