Laporkan Masalah

INDUSTRI BUDAYA SYI’IR MADURA (Studi tentang Pengkomunikasian Syi’ir Madura pada Grup Musik El Wali, Al Abror, dan Aoleng di Madura)

KHOMSIYATUL MUKARROMAH, Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M. Si

2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu Komunikasi

Syi’ir Madura merupakan salah satu tradisi oral yang berasal dari pesantren dan berkembang di Madura. Syi’ir berisi nilai-nilai agama dan moral. Tradisi ini mengalami masa kejayaannya sebelum tahun 80an dan mengalami masa-masa vakum selama beberapa dekade setelahnya. Akan tetapi sejak pertengahan tahun 2010 budaya ini muncul kembali dalam bentuk industri dan mendapatkan apresiasi positif dari seluruh masyarakat Madura. Ketika syi’ir sudah dikelola oleh pelaku industri, ada transformasi pengemasan yang awalnya berupa hafalan dan tulisan tangan menjadi budaya berbasis teknologi yang dijembatani oleh penggunaan teknologi VCD (Video Compact Disk). Penelitian ini bertujuan untuk memotret pengkomunikasian budaya syi’ir Madura ketika sudah tumbuh menjadi industri massif dilihat dari konten budaya dan proses produksinya. Penelitian ini dikhususkan pada tiga grup musik terlaris yakni, El Wali, Al Abror, dan Aoleng. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sudah ada pergeseran konten syi’ir. Tema sudah tidak lagi memuja Tuhan tetapi beralih pada tema percintaan, penggunaan bahasa menjadi sarkastik, vulgar, dan lucu. Unsur baru yang ditambahkan adalah penggunaan musik populer dan spektakuler terutama yang bergenre dangdut dan gambus. Untuk menghasilkan produk budaya seperti ini pelaku industri kebanyakan bermodal kemampuan otodidak dan masih amatir. Bisnis ini dikemas dalam bentuk konser dan penjualan keping kaset VCD. Sebelum didistribusikan, ada proses pengkreasian yang terus dikembangkan mulai dari lirik, musik dan video. Konsekuensi logis yang harus dihadapi adalah adanya pergeseran, baik pergeseran fungsi budaya yang awalnya sebagai media pendidikan kini tergantikan dengan fungsi hiburan. Selain itu pergeseran identitas budaya “daerah kabupaten” di Madura juga tidak dapat dielakkan dimana kabupaten Sumenep yang dikenal paling halus dan Bangkalan agak kasar berubah posisi. Hal yang berpotensi terhadap pergeseran ini adalah industri dengan motif ekonomi di dalamnya. Disini dapat dilihat bahwa budaya bersifat dinamis.

Syi’ir Madura is one of the oral tradition that comes from pesantren and thrive in Madura. Syi’ir contains religious and morals values. This tradition had its heyday before the 70's and had periods of vacuum for several decades thereafter. However, since the mid-2010's this culture evident in the industry and get a positive appreciation of the entire Madurese. When syi’ir is managed by industry participants, there was originally a transformation packaging from recitation and handwriting into a culture-based technologies are bridged by technology using VCD (Video Compact Disk). This study aimed to shoot communication of syi’ir Madura culture when the industry has grown into a massive cultural is viewed of content and production process. This study is devoted to the three best-selling music groups namely, El Wali, Al Abror, and Aoleng. The results of this study showed that there was a shift syi’ir content. Themes are no longer worshiping God but turn to the theme of love, the language being sarcastic, vulgar, hilarious. A new element added is the use of popular music and spectacular especially dangdut and lute genre. To produce this kind of cultural products industry capitalized capabilities mostly self-taught and amateur. Business is packaged in the form of concerts and sales of VCD cassette pieces. Before being distributed, there is a process that continues developed creation starting from lyrics, musics and videos. Logical consequences that must be faced is the shift, both cultural shift function initially as a medium of education is now replaced with entertainment functions. Besides shifting cultural identity \"district\" in Madura also inevitable where the district known Sumenep most subtle and somewhat rough Bangkalan changed position. A potential for this shift is an industry with economic motives in it. Here you can see that culture is dynamic.

Kata Kunci : syi’ir Madura, industri budaya, transformasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.