Laporkan Masalah

ANALISIS HUBUNGAN JENIS KEMOTERAPI DENGAN PERBAIKAN OUTCOME DAN BIAYA PENGOBATAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD DR. MOEWARDI

Septianita Hastuti, Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D

2012 | Tesis | S2 Mag.Manaj.Farmasi

Penggunaan kemoterapi seringkali menghasilkan efek samping yang tidak mengenakkan untuk pasien yang menggunakannya dan jenis kemoterapi yang diberikan kepada pasien mempengaruhi besarnya biaya yang akan dikeluarkannya. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran pemberian kemoterapi, serta gambaran hubungan jenis kemoterapi terhadap outcome (dilihat dari jarak pemberian antara kemoterapi dan radioterapi) dan gambaran biaya pengobatan pada pasien kanker payudara di RSUD Dr. Moewardi. Jenis penelitian adalah deskriptif menurut perspektif rumah sakit. Metode pengambilan data dilakukan secara retrospektif yang diambil dari penelusuran dokumen catatan medik dan data biaya pengobatan pasien kanker payudara. Subyek penelitian adalah pasien kanker payudara rawat inap dalam periode Januari 2010 – Januari 2012 di RSUD Dr. Moewardi yang memenuhi kriteria inklusi. Populasinya berjumlah 106. Analisis data dilakukan secara cross tab menggunakan Chi-Square dan uji One Way Anova. Hasil uji menunjukkan pasien kanker payudara yang menggunakan jenis kemoterapi CAF sebanyak 43,40%, selanjutnya CA sebanyak 32,10%, lalu CisT sebanyak 17,90% dan AT 6,60%. Jenis kemoterapi CisT mempunyai gambaran outcome yang lebih buruk daripada jenis kemoterapi lainnya namun tidak ada perbedaan secara bermakna untuk perbaikan outcomenya. Biaya pengobatan pada pasien kanker payudara yang menggunakan kemoterapi CisT sebesar Rp. 16.767.014,20 jauh lebih tinggi daripada kemoterapi AT sebesar Rp. 8.305.309,01, lalu CAF sebesar Rp. 6.550.651,46 dan CA sebesar Rp. 5.824.591,89. Biaya yang paling banyak dikeluarkan oleh pasien yang menggunakan kemoterapi AT adalah biaya untuk membeli obat kemoterapi. Sedangkan untuk pasien yang menggunakan kemoterapi CAF, CisT dan CA paling banyak mengeluarkan biaya untuk tindakan pembedahan.

The process of chemotherapy often brings unpleasant side-effects to patients. Moreover, types of chemotherapy give impacts to the total cost treatment for patients. This research aims to give illustration of chemotherapy regimens to its outcomes (monitored by the interval between chemotherapy and radiotherapy) and medical costs illustration for the breast cancer patients at RSUD Dr. Moewardi. This is a descriptive research with hospital perspective. Data collecting method used was retrospectively. Those data were taken from medical records and medical payment records of the patients. The subject of this research is breast cancer inpatients who passed the inclusion criteria during the period of January 2010 – January 2012 at RSUD Dr. Moewardi. Number of population are 106 patients. Data analysis was completed using chi – square with cross tab and One Way Anova test. Test result showed that breast cancer patients who took CAF chemotherapy was 43,40%, CA was 32,10%, CisT was 17,90% and AT was 6,60%. CisT chemotherapy had worse outcomes illustration than the others chemotherapy, yet it did not have any significant improvement of the outcomes. Medical cost for breast cancer patients with CisT chemotherapy was Rp. 16.767.014,20. It was much higher than AT chemotherapy (Rp. 8.305.309,01) CAF chemotherapy (Rp. 6.550.651,46) and CA chemotherapy (Rp. 5.824.591,89). The proportion of medical costs for AT chemotherapy spent the most on chemotherapy medicine cost, while for CAF, CisT, and CA spent the most on its surgical act costs.

Kata Kunci : Perbaikan Outcome, Biaya Pengobatan, Kanker Payudara


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.