Laporkan Masalah

PERBAIKAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM GERAKAN NASIONAL REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN (GN-RHL/GERHAN)

Novika, Prof. Dr. Gudono, MBA.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyebab pelaksanaan program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL/Gerhan) menjadi tidak efektif dan tidak efisien. GN-RHL/Gerhan bertujuan untuk mewujudkan perbaikan lingkungan melalui reboisasi dan rehabilitasi lahan untuk menanggulangi bencana banjir, tanah longsor, kekeringan serta bertujuan untuk menggalakkan partisipasi seluruh pihak. Selama pelaksanaannya, program GN-RHL/Gerhan banyak mengalami kendala yang menyebabkan pelaksanaan program menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 provinsi yang telah melaksanakan program GN-RHL/Gerhan semenjak tahun 2003—2007 dan yang telah diaudit oleh BPK. BPK melaksanakan audit atas kegiatan RHL tersebut sejalan dengan upaya BPK dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. BPK melakukan pemeriksanaan berperspektif lingkungan untuk menjamin agar pemerintah dalam mengelola sumber daya yang ada sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan untuk memelihara aspek lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi penyebab pelaksanaan program GN-RHL/Gerhan menjadi tidak efektif dan tidak efisien berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan TA 2007. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan program, seperti masalah yang yang berkaitan dengan organisasi RHL, anggaran RHL, kebijakan RHL, perencanaan RHL, dan prosedur Kerja RHL, yang menyebabkan pelaksanaan program GN-RHL/Gerhan menjadi tidak efektif dan tidak efisien serta menyebabkan negara mengalami kerugian.

This research aims to evaluate the cause of implementation of GN-RHL/Gerhan become ineffective and inefficient. GN-RHL/Gerhan aims to achieve environmental improvements through reforestation and land rehabilitation to cope with floods, landslides, droughts, and to mobilize participation of all parties. During implementation, GN-RHL/Gerhan program has many obstacles that cause the program become ineffective and inefficient. Sample used in this study is 7 provinces that had implemented GN-RHL/Gerhan program since 2003—2007 and have been audited by BPK. BPK audited RHL aligned with efforts BPK for sustainable development. BPK has been auditing environmental perspective to ensure that goverment managed natural resources in accordance with applicable provisions, and to maintain environmental aspects. This research evaluate the cause of GN-RHL/Gerhan programme become ineffective anf inefficient based on performance examination report (LHP Kinerja) on forest and land rehabilitation activities for fiscal year 2007. The results of this study indicate that the GN-RHL/Gerhan programme have many problems that occured during implementation program, such as the problems relating to RHL organization, RHL budget, RHL policy, RHL planning, and RHL working procedures which causes the implementation of GN-RHL/Gerhan programme become ineffective and inefficient, and causing the state losses.

Kata Kunci : GN-RHL/Gerhan, audit berperspektif lingkungan BPK, organisasi RHL, anggaran RHL, kebijakan RHL, perencanaan RHL, dan prosedur kerja.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.