KELAYAKAN FINANSIAL KEBUN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN ROKAN HULU
DEFIDELWINA, Dr. Ir. Djuwari
2012 | Tesis | S2 Ekonomi PertanianPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan usaha perkebunan sawit rakyat dinilai dari sisi finansial dengan menggunakan kriteria investasi, (2) mengetahui sensitivitas usaha kebun kelapa sawit rakyat terhadap perubahan harga baik dari input maupun output. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Rokan Hulu. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kriteria investasi yang terdiri dari NPV, IRR, BCR, PBP dan BEP. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan quisoner. Sampel diambil secara Purposive Sampling sebanyak 50 responden dari petani kelapa sawit rakyat swadaya murni Kabupaten Rokan Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun kelapa sawit rakyat, baik sebelum pembiayaan ataupun setelah pembiayaan layak untuk diusahakan. Hasil analisis sensitivitas terhadap kenaikan harga faktor produksi sebesar 10%, dan harga jual TBS dianggap tetap, serta harga jual TBS turun sebesar 10% dan harga faktor produksi tetap, baik sebelum ataupun setelah pembiayaan usaha ini masih layak untuk dilaksanakan. Perubahan harga TBS lebih sensitif terhadap perubahan nilai kriteria investasi dibandingkan perubahan harga faktor produksi.
This study aims to (1) determine the feasibility of people’s business oil palm plantation assessment in terms of financial by using investment criteria, (2) to know the sensitivity of people’s business oil palm plantation in price changes of both input and output. The research was conducted in Rokan Hulu Regency. The analytical method used was analysis of the investment criteria of NPV, IRR, BCR, PBP and BEP. The data used are the primary data obtained through interviews using quisoner. Samples taken by Purposive Sampling from 50 respondents of the people pure self oil palm plantation in Rokan Hulu Regency. The results showed that the people oil palm plantations, either before or after financing is feasible to be implemented. The results of sensitivity analysis of input price increases by 10%, and the FFB selling price is considered fixed and FFB sale price fell by 10% and the price of the production factor fixed, either before or after the financing business is still feasible to be implemented. FFB price changes are more sensitive to changes the value of investment criteria than the production factor price changes
Kata Kunci : kelayakan finansial, kriteria investasi, analisis sensitivitas