Laporkan Masalah

PENGARUH IRIGASI TERHADAP KESEMPATAN KERJA, KEMISKINAN DAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA TANI DI DAERAH IRIGASI PARIGI MOUTONG

LIEN DAMAYANTI, SP,MP, Bapak Dr.Ir. Slamet Hartono

2012 | Disertasi | S3 Ekonomi Pertanian

Akses ke air irigasi yang diandalkan dapat membuat para petani menggunakan teknologi baru dan mengintensifkan pengolahan lahan, yang mengarahkan pada peningkatan produktivitas, produksi padi sawah keseluruhan yang lebih tinggi, dan pendapatan luar usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) pengingkatan produksi padi sawah dan kesempatan kerja, (2) peningkatan pendapatan usahatani padi sawah, (3) mengukur kemiskinan, (4) mengukur ketahanan pangan rumahtangga tani dan (5) dampak perubahan harga input dan output. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong yang ditentukan secara purposive dengan petimbangan bahwa Kabupaten Parigi Moutong merupakan kabupaten yang memiliki jumlah areal irigasi yang cukup luas, namun rendahnya tingkat pendapatan usahatani yang dimiliki petani masih tergolong rendah. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden yang diambil pada dua kondisi irigasi yakni irigasi kondisi baik sebanyak 58 rumahtangga tani dan irigasi kondisi rusak sebanyak 42 rumahtangga tani. Analisis data menggunakanmodel Two Stage Least Square (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Produksi usahatani padi sawah dipengaruhi oleh luas lahan, penggunaan benih, penggunaan pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, total tenaga kerja, usia petani, frekuensi bimbingan petani dan Irigasi. Dimana irigasi dapat meningkatkan produksi usahatani padi sawah sebesar 3,98%, Penggunaan tenaga kerja luar keluarga dipengaruhi oleh produksi, upah tenaga kerja, pendidikan petani dan irigasi. Dimana irigasi dapat menurunkan penggunaan tenaga kerja sebesar -8,14%, Pendapatan usahatani dipengaruhi oleh luaslahan, harga benih, harga pupuk urea, harga pupuk phonska, harga pestisida, pendidikan petani, upah tenaga kerja dan irigasi. Dimana irigasi dapat meningkatkan pendapatan usahatani sebesar 1,44%, Kemiskinan dipengaruhi oleh konsumsi beras, jumlah anggota rumahtangga yang bekerja, pendapatan total rumahtangga dan irigasi. Dimana irigasi dapat menurunkan kemiskinan sebesar -10,36%, Ketahanan pangan dipengaruhi oleh pendapatan total rumahtangga, harga beras, harga jagung, harga ikan, harga minyak goreng, biaya kesehatan, pendidikan petani, usia petani dan irigasi. Dimana irigasi dapat meningkatkan ketahanan pangan sebesar 1,78%, (2). Simulasi kenaikan efisiensi produksi sebesar 10% dapat mempengaruhi pendapatan usahatani sebesar 10,81%, kemiskinan sebesar -10,13% dan ketahanan pangan sebesar 10.23%, (3). Simulasi Kenaikan harga input sebesar 10% akan menurunkan pendapatan usahatani sebesar 27.95% sedangkan untuk variabel penggunaan tenaga kerja, kemiskinan dan ketahanan pangan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga input dan (4). Simulasi Kenaikan harga output sebesar 10% akan meningkatkan pendapatan usahatani sebesar 14.65%, penggunaan tenaga kerja sebesar 1.14%, dan ketahanan pangan sebesar 21.31% sedangkan untuk variabel kemiskinan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga output.

Reliable accessibilities to irrigation facilities make farmers possible to implement new technology and intensify the land cultivation and may lead to increase productivity, production of rice and non-farm income. Based on that reason the reseach aimed at: (1) rate of increase of production of rice and job opportunity; (2) rate of increase of farmers’ income; (3) measure the level of poverty, (4) measure food security, and (5) impact of change of input and output prices. The research was conducted in the district of Parigi Moutong that was purposively chosen with the consideration of its largest irrigation areas while the farmers in the areas had relatively low income. Respondents in this research were 100 taken from two different conditions of irrigation, categorized as good condition and the bad irrigation system, consisted of 58 and 42 households, respectively. Two Stage Least Square (2SLS) methods had applied in the analysis by using primary data to meet the research objections. The result showed that: (1) rice production was influenced by planted areas, use of seeds and fertilizers such as urea, phonska, pesticides, total number of its labors, age of farmers, frequence guidance of farming and irrigation. Irrigation wasaccounted to increase the rice production of at about 3.98%, but irrigation accessibilities may reduce the use of labors at about -8.14%. Meanwhile, the use of hired labors was influenced by production, wages, farmer’s education and irrigation. On the other hand, farmers’ income was influenced by the land areas, price of seeds, price of fertilizers such as urea, phonska, and pesticides, farmers’ education, labor wages, and irrigation while irrigation accounted to increase farmers’ income by 1.44%. The poverty was influenced by rice consumption, the members of family, and the total income and irrigation, and irrigation can reduce poverty at about -10.36%. Food security was influenced by total income of the family, price of rice, corn, fish, fried oil, health cost, farmer’s education, age, and irrigation while irrigation can increase food security by 1.78%; (2) simulation of increasing production efficiency by 10% show an increase in farmer’s income by 10.23%; (3) simulation of increase of price input with 10% can decrease farmers’ income at about 27.95% whereas for the labor’s use variable, the poverty and food security was not influenced by the increase of input price; and (4) simulation of increasing output price by 10% can increase farmers’ income by 14.65%, use of labors with 1.14% and food security with 21.31% whereas for the poverty was not affected by the increase in output prices.

Kata Kunci : Irigasi, Produksi, Penggunaan Tenaga Kerja, Pendapatan Usahatani Padi Sawah, Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Usahatani Padi Sawah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.