Laporkan Masalah

TUTURAN DIREKTIF REMAJA DALAM MEDIA: STUDI KASUS PADA SURAT PEMBACA MAJALAH HAI DAN KAWANKU

NANIK SUMARSIH, Dr. Suhandano, M. A.,

2012 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tuturan direktif remaja dalam media, khususnya tuturan direktif remaja pada surat pembaca dalam majalah Hai dan Kawanku. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan bahasa remaja dalam hal memerintah. Hal itu berguna untuk menambah wawasan teoretis dan praktis tentang kesantunan dalam hal memerintah. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi modus tuturan yang digunakan, jenis tuturan, strategi kesantunan yang digunakan untuk mengekspresikan tuturan, dan fungsi kesantunan dalam tuturan. Penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan strategis, yaitu (1) tahap pemerolehan data, (2) tahap penganalisisan data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Pemerolehan data dilakukan dengan menerapkan teknik pustaka, yaitu mempergunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh data. Dalam hal ini dilakukan dengan cara mengumpulkan surat pembaca dari majalah remaja Hai dan Kawanku. Pada tahap analisis data digunakan pendekatan pragmatik dengan metode kontekstual. Pendekatan ini digunakan untuk menganalisis pemakaian bahasa berdasarkan fungsi komunikatifnya. Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan direktif remaja dapat diwujudkan ke dalam tiga modus tuturan, yaitu (1) modus imperatif, (2) modus interogatif, dan (3) modus deklaratif. Berdasarkan fungsi pemakaiannya ditemukan delapan jenis tuturan direktif remaja dalam media, yaitu (1) tuturan direktif suruhan, (2) tuturan direktif permohonan, (3) tuturan direktif permintaan, (4) tuturan direktif larangan, (5) tuturan direktif penyaranan, (6) tuturan direktif pengharusan, (7) tuturan direktif pengharapan, dan (8) tuturan direktif pembiaran. Strategi kesantunan yang digunakan untuk mengungkapkan ekspresi tuturan direktif remaja dalam berkomunikasi dilakukan dengan menerapkan dua strategi, yaitu strategi positif dan strategi negatif. Terdapat empat fungsi kesantunan dalam tuturan direktif remaja, yaitu (1) fungsi pelunak, (2) penanda keakraban, (3) penanda penghormatan, dan (4) pengharapan.

The research is aimed to disscuss teenage directive utterance in media, particularly teenage directive utterance in reader letter in Hai and Kawanku. The research is carried out to find out teenage language use in commanding. The research is useful in broadening theoretical horizon and practically on politeness in commanding. The discussion on the research covers the use of utterance mode, utterance type, the use of politeness strategy to express utterance, and politeness function in utterance. The research is conducted through three strategic steps that are (1) data collection step, (2) data analysis step, and (3) display of the data analysis step. The data collection is gained by applying bibliography technique by using written sources to collect data. Data collection is gained by collecting reader letter from teenage magazine Hai and Kawanku. In analyzing data pragmatic approach with contextual method is employed. The approach is used to analyze language use based on its communicative function. Data display as the result of analysis is carried out by informal method. The result of the research shows that teenage directive utterance can be realized into three utterance modes that are (1) imperative mode, (2) intterogative mode, and (3) declarative mode. Based on its function it is found out that there are eight teenage directive utterance types in media, which are (1) command directive utterance, (2) begging directive utterance, (3) demand directive utterance, (4) prohibition directive utterance, (5) suggestion directive utterance, (6) obligation directive utterance, expecting directive utterance, and (8) neglecting directive utterance. Politeness strategy used in expressing teenage directive utterance in communication is carried out by applying two strategies, which are positive and negative strategy. There are four function four politeness functions in teenage directive utterances that are (1) softener function, (2) intimacy marker, (3) respect marker, and (4) expectation.

Kata Kunci : tuturan direktif, surat pembaca, dan kesantunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.