Laporkan Masalah

EVALUASI EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERNAL PADA WISMA MM UGM YOGYAKARTA

rini irawaty, Taufikur Rahman, SE., MBA, Akt.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang berfungsi dengan baik akan memudahkan manajemen melakukan pengawasan serta pengorganisasian terhadap seluruh kegiatan perusahaan. Pengendalian internal yang dioperasikan dengan baik, hanya dapat menyediakan keyakinan yang memadai bukan mutlak kepada manajemen dan dewan komisaris berkenaan dengan tujuan pengendalian suatu entitas. Pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas, yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini: (a) keandalan pelaporan keuangan, (b) efektifitas dan efisiensi operasi, dan (c) kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Berdasarkan COSO, pengendalian internal terdiri atas lima komponen yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pengawasan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pengendalian internal Wisma MM UGM Yogyakarta. Data penelitian didapat melalui wawancara, observasi lapangan, serta kuesioner pengendalian internal yang diisi oleh pihak yang memiliki kewenangan atas pengendalian internal di perusahaan. Data lainnya didapatkan dari dokumen perusahaan seperti struktur organisasi, bagan alir beberapa divisi, dan dokumen lainnya. Informasi yang diperoleh dikumpulkan dan dianalisis untuk menilai kalayakan pengendalian internal yang dimiliki oleh Wisma MM UGM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal yang diterapkan pada Wisma MM UGM secara keseluruhan sudah sangat memadai dengan nilai persentase 83,45%. Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar jawaban kuesioner pengendalian internal adalah ya; Lingkungan Pengendalian termasuk dalam kategori sangat memadai dengan nilai persentase 91%; Penilaian Risiko termasuk dalam kategori sangat memadai dengan nilai persentase 82,61%; Aktivitas Pengendalian termasuk dalam kategori sangat memadai dengan nilai persentase 89,27%; Informasi dan Komunikasi termasuk dalam kategori sangat memadai dengan nilai persentase 89,54%; dan Pemantauan termasuk dalam kategori memadai dengan nilai persentase 64,81%. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan yang menyebabkan pengendalian internal pada Wisma MM UGM belum efektif. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini bersifat penyelesaian masalah perusahaan.

A well designed and applied internal control supports management in monitoring and organizing entity’s activities. Internal control which is properly operated, can only provide reasonable assurance and not absolute to the management and board of directors concerning to entity’s control objectives. Internal control is a process effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, designed to provide reasonable assurance regarding the achievement of objectives in the effectiveness and efficiency of operations, reliability of financial reporting, compliance with applicable laws and regulations. Five components of COSO Framework of Internal Control are Control environment, risk assessment, control activities, information and communication and monitoring. This research is conducted with case study internal control of Wisma MM UGM Yogyakarta using qualitative method. Data gathering is obtained through interview, field observation, and internal control questionnaire which is filled by authorized person responsible for internal control. Secondary data is obtained from organizational structure, flowchart from some division, and other documents. Information collected is analyzed to gain an assessment of Wisma’s internal control. The results showed that the internal controls are applied to Wisma MM UGM as a whole is very sufficient to the value of the percentage of 83.45%. This is evidenced by most of the internal control questionnaire answers are yes; Environmental Control is included in the category of very sufficient with a percentage value of 91%; Risk Assessment is included in the category of very sufficient with a percentage value of 82.61%; Activity Control is included in the category of very sufficient with values percentage of 89.27%; Information and Communication included in the category of very sufficient with a percentage value of 89.54%, and Monitoring are included in the category sufficient with values percentage of 64.81%. However, there are still some weaknesses that led to internal control at Wisma MM UGM has not been effective. Recommendations provided in this study is the completion of the company's problems.

Kata Kunci : Pengendalian Internal, COSO, Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Informasi dan Komunikasi, Pengawasan/ Pemantauan, Hotel.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.