Laporkan Masalah

URGENSI DATA YURIDIS UNTUK PEMBUATAN AKTA JUAL-JUAL BELI TANAH DI KABUPATEN SLEMAN

SUGENG RAHAYU, Prof. Dr. Sujito, S.H., M.Si.,

2012 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pentingnya data yuridis dalam pembuatan akta jual beli tanah di Kabupaten Sleman dan kesulitan yang dihadapi dalam dalam pengumpulan data yuridis serta akibat hukum apabila akta jual beli yang dibuat olah dan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah didasarkan pada data yuridis yang tidak benar. Diharapkan setelah diketahui kedepannyatidak terjadi permasalahan mengenai data yuridis dlam proses peralihan Hak Atas Tanah karena Jual beli di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris yaitu penelitian yang didasarkan pada data sekunder sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang dijadikan pedoman wawancara melalui tanya jawab dengan para narasumber. Data yang diperoleh dianalisis secara diskripsi kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, data yuridis untuk pembuatan akta jual beli tanah sangat penting, karena dengan adanya data yuridis dapat diketahui subyek, obyek, dan status hukum suatu hak atas tanah. Dengan diketahuinya subyek, obyek dan status hukum terhadap suatu hak atas tanah maka akan diketahui siapa yang berhak dan wenang melakukan perbuatan hukum terhadap tanah tersebut serta terdapat kejelasan luas, letak, batas-batas dan dasar perolehan hak atas tanah yang bersangkutan. Kedua, perolehan data yuridis relatif mudah asalkan dilakukan sesuai persedur yang telah ditentukan oleh peraturan perundangundangan yang berlaku. Ketiga, akta jual beli yang dibuat sebelum dilakukan pengecekan sertifikat, akta tersebut tidak batal namun tidak dapat didaftarkan sebagai dasar peralihan hak atas tanah di Kantor Pertanahan. Selain itu, akibat hukum apabila akta jual beli dibuat dengan dasar data yuridis yang tidak benar adalah batal demi hukum dengan konsekuensi perbuatan hukum tersebut dianggap tidak pernah terjadi dan kondisinya dikembalikan seperti keadaan semula.

This study aims to determine and assess the importance of data in making juridical deed of sale of land in Sleman and difficulties encountered in the data collection juridical and legal consequences if the deed of sale is made if and Officer before the Land Act is based on data which are not juridical true. Not expected to happen after the unknown future problems regarding the transition process of juridical data dlam Land Rights for Buying and selling in Sleman. The type of the research used was empirical juridical research. An empirical juridical research is a research based on the secondary data as its initial data, which is then continued with primary or field data. Data collecting technique used in this research was in the form of list of questions used as the guidance in the interview carried out by questioning and answering directly to the research subject and source person. The data obtained was analyzed descriptively and qualitatively. The results of this study show, first, the data for making juridical deed of sale of land is very important, because with the juridical data can be known subject, object, and the legal status of land rights. By knowing the subject, object and the legal status of a right to the land it will be known who is eligible and arbitrary legal actions against the land and there is a clear area, the location, boundaries and the basis of acquiring land rights are concerned. Second, juridical data acquisition is relatively easy as long as done in accordance persedur determined by the laws and regulations. Third, the deed of sale is made prior to checking the certificate, the deed is not void but can not be registered as a basic transfer of land rights in the Land Office. In addition, the legal consequences if the deed of sale made by the juridical basis of the data that is not true is null and void with the consequences of legal action shall be deemed to have never happened and the conditions are restored as the original state.

Kata Kunci : Urgensi, akta jual beli, akibat hukum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.