Komodifikasi Agama dalam Pengajian (Kajian atas Kelompok Pengajian Ar-Rahman dan Masyarakat Bugis Migran di Bontang, Kalimantan Timur)
Hudriansyah, Dr. Fatimah Husein
2012 | Tesis | S2 Agama dan Lintas BudayaTesis ini berusaha mengungkap proses komodifikasi agama yang terjadi dalam pengajian Ar-Rahman, terutama melalui relasi antara Agen Sultan Brunai Darussalam, Kiai Pesantren dan Masyarakat Bugis di kota Bontang. Proses komodifikasi ini bisa dilihat ketika Agen Sultan terlibat ke dalam pengajian yang dikelola oleh Kiai Pesantren dan bekerjasama menyelenggarakan pengajian dengan menawarkan berbagai keuntungan ekonomi (seperti emas, uang dan haji murah) kepada mereka yang bersedia menjadi anggota. Dengan menggunakan nama besar dan kharisma Sultan Brunai, Agen Sultan kemudian menciptakan berbagai bentuk pemahaman keagamaan yang menggabungkan antara tradisi lokal dan Islam. Dalam praktiknya, setiap anggota harus memenuhi berbagai syarat-syarat ekonomi sebagai syarat wajib yang ditetapkan oleh Agen Sultan. Tesis ini menggabungkan hasil observasi terlibat (participant obsevasion) dan wawancara mendalam (in-dept-interview) yang dilakukan selama tiga bulan penelitian di kota Bontang. Kota tersebut merupakan kota para migran dan menjadi tempat diselenggarakannya aktifitas pengajian Ar-Rahman. Selain itu, data-data temuan lapangan didukung oleh data-data pustaka lainnya. Sebagai kesimpulan, tesis ini menemukan adanya praktik komodifikasi agama yang terjadi dalam arena pengajian, terutama melalui hubungan yang terjalin antara Agen Sultan, Kiai Pesantren dan Masyarakat Bugis yang terlibat. Pertimbangan terbesar para Bugis migran untuk terlibat di dalamnya adalah karena motif ekonomi yang dijanjikan oleh Agen Sultan. Pertimbangan moralitas dan religiusitas menjadi hal sekunder. Namun ironisnya, Kiai Pesantren dan masyarakat Bugis justru dieksploitasi oleh Agen Sultan melalui berbagai bentuk persyaratan ekonomi (seperti biaya keanggotaan, pembuatan piring emas dan brangkas, perjalan religi) yang harus mereka penuhi sebelum memperoleh keuntungan ekonomi yang dijanjikan. Tesis ini adalah sebuah upaya untuk menyingkap praktik ekonomi yang terjadi di dalam arena pengajian atas nama agama. Merujuk pada Kitiarsa, dimensi agama sebagai komoditas pasar dan media pertukaran spiritualitas terlihat nyata di dalam arena pengajian.
This thesis attempts to trace the process of religious commodification that occurred within pengajian Ar-Rahman, especially through the relationship between Agent Sultan of Brunei Darussalam, Kiai Pesantren and the Bugis people in Bontang, East Kalimantan. The process starts when the Sultan Agents involved into Pengajian managed by Kiai Pesantren by offering a variety of economic benefits (such as gold, money and cheap hajj) to those who are willing to become a member. By using the big names and the charisma of the Sultan of Brunei, Sultan Agents then creates various forms of religious understanding that combines local and Islamic traditions. In practice, each member must meet a variety of economic conditions as a mandatory requirement set by the Agent Sultan. This research elaborates participant observation and in-depth interviews conducted a three-month in the city of Bontang.Bontang is a city of migrants and a place to hold religious activities of Ar-Rahman. In addition, the data field findings are supported by other literature data. In conclusion, this thesis notes that religious commodification has occured in the arena of pengajian, especially through the relationship between Agent Sultan, Kiai Pesantren and the Bugis as followers. The biggest consideration of the Bugis migrants to engage in it is because of economic motives that are promised by the agents. Considerations of morality and religiosity are secondary. But ironically, Kiai Pesantren and Bugis people actually exploited by Agents of Sultan through various forms of economic conditions (such as membership fees, making gold plate and strongbox, religious journey) to which they must fulfill before obtaining the promised economic benefits. This thesis is an attempt to uncover the economic practices that has occured in the arena of pengajian . Referring to Kitiarsa, religions as market commodities as well as exchange in the spiritual marketplace occurs in this phenomenon
Kata Kunci : Agen Sultan, Kiai Pesantren, Komodifikasi, Masyarakat Bugis