PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK KEMIRI
John Tibo Kana Tiri, Dr. Ir. Suparmo, M.Sc.,
2012 | Tesis | S2 Teknologi Hasil PerkebunanProses pengambilan minyak kemiri yang dilakukan dengan cara perebusan atau penyangraian dengan cara tradisional menghasilkan minyak kemiri dengan standar mutu yang rendah sehingga kurang kompetitif di pasaran. Penelitian laboratorium dilakukan untuk mengetahui kondisi suhu dan waktu penyangraian yang tepat dalam menghasilkan rendemen minyak yang tinggi dan menentukan kondisi suhu dan waktu penyangraian yang tepat untuk memperoleh mutu minyak kemiri yang baik. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap – Faktorial yang terdiri atas 2 faktor, factor I adalah suhu (90°C, 120°C, 150°C) dan faktor II adalah lama waktu penyangraian (15, 30, 45 menit). Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak tertinggi (47,81%) diperoleh pada perlakuan suhu 120°C dan waktu 15 menit. Angka Asam, Angka Iodin, Angka Penyabunan dalam minyak kemiri yang dihasilkan memenuhi kriteria SNI sedangkan nilai Indeks bias dan Kadar air yang diperoleh tidak memenuhi kriteria SNI. Komposisi Asam lemak minyak kemiri yang diidentifikasi sebagai asam lemak jenuh (Hexadecanoic acid, Octadecanoic acid) dan asam lemak tak jenuh (9- Octadecenoic acid, 9,12,-Octadecadienaoic acid, dan 9,12,15-Octadecatrienoic acid). Suhu dan waktu penyangraian tidak berpengaruh terhadap komposisi asam lemak pada minyak kemiri jika dilihat prosentase dari masing-masing asam lemak pada setiap perlakuan.
Candle nut oil-making process conducted by boiling or roasting in traditional way provides low quality standard of candle nut oil yielded so it becomes less competitive in the market. A laboratory study on candle nut oil was conducted to investigate the condition of temperature and appropriate time duration of roasting in producing high yield of candlenut oil and to determine the condition of temperature and appropriate time duration of roasting providing high quality of candle nut oil obtained. The studies was arranged factorially in Completely Randomized Design, consisting of two factors: factor I was levels of temperatures of 90, 120, and 150°C; and factor II was levels of roasting time durations of 15, 30, 45 minutes. Each treatment was three times replicated. The results showed that the highest yield of candle nut oil (47.81%) was performed at the temperature of 120°C and 15 minutes of roasting. The values of acid, Iodine, and saponification in candle nut oil met the criteria of SNI but the refractive index and water content did not meet the criteria of SNI. The composition of fatty acids in the oil were identified as saturated fatty acids (i.e. Hexadecanoic acid and Octadecanoic acid) and unsaturated fatty acids (i.e. 9-Octadecenoic acid; 9,12- Octadecadienaoic acid; and 9,12,15-Octadecatrienoic acid). Based on the percentage of each fatty acids found, it was not influenced by the temperature and time duration of roasting.
Kata Kunci : suhu, waktu, penyangraian, asam lemak, GC-MS, minyak kemiri.