Laporkan Masalah

KONSTRUKSI BUDAYA POP DI MAJALAH DAB Analisis Wacana Budaya Pop dalam Editorial Majalah DAB Edisi Agustus 2008-Agustus 2009 di Yogyakarta

TOMI FEBRIYANTO, Dr. Kuskridho Ambardi, M.A.,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Ilmu Komunikasi

Media massa memiliki peran yang cukup siginifikan dalam membentuk budaya masyarakat, sehingga muncul pemikiran bahwa salah satu cara paling cepat untuk melihat budaya seperti apa yang dimiliki oleh sebuah masyarakat adalah dengan melihat media massa yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Anak muda di Indonesia memiliki media massanya sendiri—baik yang mainstream/arus utama atau yang independen—yang memiliki dampak pada bagaimana kaum muda Indonesia membangun budaya diantara derasnya arus globalisasi. Anak muda di Yogyakarta misalnya, memiliki beberapa media massa alternatif atau media independen—atau yang juga dikenal sebagai zine, namun yang mampu bertahan dalam kurun waktu yang lama dan memiliki peran yang signifikan adalah media massa independen berjuluk DAB. Sebagai sebuah majalah independen, DAB, yang mulai terbit pada tahun 2008 ini menjadi terasa istimewa karena memiliki peran yang cukup signifikan di kalangan komunitas-komunitas anak muda, khususnya komunitas yang dekat dengan musik. Tak heran jika kemudian media ini dianggap sebagai salah satu acuan utama bagi anak muda di Yogyakarta, khususnya pada berbagai hal yang bersinggungan dengan persoalan musik dan gaya hidup anak muda. DAB sangat menarik sebagai sebuah bahan kajian dan telaah karena perannya yang cukup signifikan dalam membangun konstruksi budaya pop di kalangan anak muda di Yogyakarta. DAB, kendati terbit dalam oplah yang tidak terlalu besar, dia mampu hadir dan memberi pengaruh signifikan pada lingkungan dimana dia berada dan salah satu yang hendak diteliti adalah persoalan konstruksi wacana bagi pembacanya. Menggunakan Analisis Wacana, penelitian ini berusaha menemukan dan memahami wacana-wacana budaya pop seperti apa yang ada dalam majalah DAB di Yogyakarta. Kesimpulan yang didapat adalah majalah DAB membangun konstruksi wacana budaya pop bagi pembacanya, kendati dalam konteks pertarungan wacana antara yang arus utama dan independen belum terlihat kuat.

Mass media has a significant role in constructing the culture of the society, so that there is a thought that the quickest way to see the culture of a society is to watch the development of its mass media. Indonesian youth has their own mass media—whether the mainstream of the independent ones—which has impact on how Indonesian youth constructs the culture within the strong stream of globalization. The youth in Yogyakarta for an example, has their own alternative medias or independent medias—also known as zine, but the one which can survive in the long term and has a significant role is an independent media named DAB. As an independent magazine, DAB which published since 2008 is quite special because it has a significant role in the youth communities, especially those which close to music. No wonder that as time went by this media then coined as one of the main reference for the youth in Yogyakarta, especially when it comes to music and the youth lifestyle. DAB is very intriguing as an object of study because of its significant role in developing the pop culture construction in Yogyakarta’s youth. DAB, eventhough published in a quite small circulation, it can exists and gives significant influence on its surroundings and one of many things that is studied is the issue of discourse construction for the readers. Using discourse analysis, this research tried to find and understand what kind of pop culture discourses inside DAB magazine in Yogyakarta. As the result, it is concluded that DAB magazine constructing pop culture discourse for the readers, eventhough in the context of discourse contestation between the mainstream and the independent hasn’t shown up.

Kata Kunci : media independen, konstruksi wacana budaya, budaya pop, wacana budaya pop, konstruksi wacana budaya pop


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.