Laporkan Masalah

PENGATURAN DAN IMPLEMENTASI PEMBUATAN REKAM MEDIS DALAM RANGKA PEMENUHAN HAK-HAK PASIEN DI RSUP Dr. SARDJITO

BANU HERMAWAN, Supriyadi,SH.,M.Hum

2012 | Tesis | S2 Magister Hukum Litigasi

Rekam medis merupakan sarana bagi pasien dan rumah sakit dalam menjalin hubungan pada transaksi teraupetik. Dengan rekam medis maka pemberian pelayanan berupa terapi yang dilakukan oleh dokter terhadap pasien dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang : (a) pengaturan rekam medis yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan, (b) implementasi pembuatan rekam medis di RSUP Dr Sardjito dan (c) merumuskan rekonstruksi pengaturan rekam medis yang seharusnya dijalankan agar hak-hak pasien di masa mendatang terpenuhi. Penelitian pengaturan dan implementasi pembuatan rekam medis ini menggunakan metode Normatif-Empiris, artinya : Penelitian Hukum Normatif, berupa pencermatan dokumen, hukum positif atau literatur kepustakaan yang merupakan data sekunder. Adanya intensitas kedekatan dan relevansi menjadi dasar menentukan suatu bahan hukum masuk dalam kriteria tertentu, seperti : primer, sekunder dan tertier. Penelitian Hukum Empiris atau penelitian lapangan, merupakan jenis data primer. Berupa temuan realita permasalahan di RSUP Dr Sardjito terkait pembuatan dan implementasi rekam medis. Dalam pelayanan medis terjadi hubungan interpersonal yang didasarkan sikap saling percaya antara dokter dan pasien. Rekam medis merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pelayanan kedokteran tersebut. Kepercayaan tersebut wajib dipertanggungjawabkan oleh dokter kepada pasien semaksimal mungkin melalui suatu pendokumentasian dari setiap proses upaya penyembuhan kepada diri seorang pasien yang dicatat pada dokumen rekam medis. Pertimbangannya dilakukan dokumentasi atas tindakan medis, karena proses pengobatan hasilnya tidak dapat ditentukan. Fungsi rekam medis yang penting dalam proses pelayanan kesehatan tersebut, menjadikan rekam medis sebagai satu-satunya berkas yang dapat mengungkap kebenaran suatu proses tindakan medis yang dikerjakan oleh tenaga medis terhadap pasiennya. Dan dengan rekam medis maka hak-hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam transaksi teraupetik akan dapat dipertanggungjawabkan bersama.

Medical record is a means for a patient and a hospital in making relation on teraupetik transaction. With medical record the service in from of theraphy that is done by a doctor to the patient is justifiable. The aim of this study is to explain about (a) The arrangement of medical record that is stated in regulation of legislation. (b) Implementation of medical record production in Dr. Sardjito Hospital, and (3) Formulation of reconstruction arrangement of medical record that should be done in order that in the future, patient rights are fulfilled. This study of arrangement and implementation of medical record production uses Normative method, that means studying normative Law by paying close attention to document, positive law or library research as secondary data. This existence of intensity of closeness and the relevation becomes the base to determine a material of law comes to a certain criteria, like primary, secondary and tertiery, the study of Empirical law or field study, is a kind of primary data. That is the finding of reality of a problem in Dr. Sardjito Hospital related to medical record production. In Medical record service there is interpersonal relation that is based on mutual believe attitudebetween a doctor and a patient. Medical record is a part that cannot be separated from that medical service. That belief has to be justifiable by a doctor to the pasient as much as possible through documenting from every process of curing efford to a patient that is recorded in medical record documentation. From the judgment, medical step documentation is done since the result of curing process cannot be determinated. The function of medical record that is important in the medical service process makes it as the only note that can reveal the truth of a medical step process that is done by medical staff to the patient. And with medical record therefore the rights and the obligation of every side in teraupetik transaction will be justifiable together.

Kata Kunci : Rekam Medis, Transaksi teraupetik, Pelayanan kedokteran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.