Laporkan Masalah

TEKNOLOGI PERLINDUNGAN BAHAN KAYU PADA ARSITEKTUR RUMAH KAYU SUKU TOBATI DI TELUK YOUTEFA, PAPUA

Anggia Riani Nurmaningtyas, Dr. Ing. Ir. Eugenius Pradipta

2012 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Arsitektur rumah Tobati terbukti mampu bertahan dalam jangka waktu puluhan tahun dengan konsidi iklim tropis basah dan posisinya yang berada di atas air laut/teluk Youtefa. Bertambahnya jumlah penduduk di Kampung Tobati secara tidak langsung berdampak pada meningkatnya kebutuhan rumah yang menggunakan bahan kayu dan salah satu penyebab menipisnya ketersediaan cadangan kayu yang berkualitas. Disisi lain pada tahap pembangunan rumah, masyarakat Tobatio menerapkan adat istiadat turun temurun dari nenek moyang mereka dalam penggunaan bahan kayu dan perancangan kosntruksi bangunan rumahnya dalam usaha melindungi bahan kayu tersebut sehingga memiliki usia pakai yang lama. Eksplorasi keterkaitan antara faktor adat istiadat, iklim dan lingkungan dilakukan terhadap penggunaan bahan kayu dan perancangan konstruksi rumah Tobati. Teknologi yang diterapkan masyarakat Tobati diidentifikasi lebih lanjut dalam penggunaan bahan kayu untuk memperpanjang usia pemakaian. Strategi penelitian empiris digunakan untuk mendapatkan data di lapangan beserta pendekatan kualitatif untuk menunjang teori-teori yang sudah umum (grand theories) yang bersumber dari literatur dan membandingkannya dengan situasi yang khas di Kampung Tobati. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat dua kategori perlindungan terhadap bahan kayu pada rumah tobati, pertama adalah penggunaan bahan bangunan kayu (pemilihan, persiapan dan pengolahan bahan kayu) serta yang kedua adalah perencanaan dan perancangan pada konstruksi bangunan rumah. Pengetahuan mengenai teknologi perlindungan bahan tersebut didasarkan pada adat istiadat yang amsih dipertahankan hingga saat ini. Teknologi yang diterapkan berupa pemilihan bahan bangunan kayu (kayu Sowang, kayu bakau, kayu Merbau, dan kayu Matoa), peruntukan ruang, perancangan konstruksi rumah berupa pemisahan struktur diatasnya dan tidak adanya palfond pada konstruksi atap, memiliki nilai dan filosofi lokalitas dari adat istiadat setempat. Persiapan dan pengolahan bahan kayu sebelum digunakan serta perancangan konstruksi bangunan berupa bukaan pada dinding rumah, merupakan teknologi perlindungan kayu masyarakan Tobati yang didapatkan secara turun temurun bersifat fungsional tanpa diketahui nilai dan makna adat istiadat yang terkandung didalam penerapan teknologi tersebut. Teknologi yang diterapkan oleh masyarakat Tobati dalam usahanya melindungi bahan kayu merupakan indigenous knowledge yang secara empiris memperpanjang usia pemakaian kayu sebagai bahan konstruksi rumah dengan konsidi iklim trpis basah dan lingkungan diatas air laut.

-

Kata Kunci : arsitektur, rumah Tobati, adat istiadat, iklim dan lingkungan, teknologi perlindungan kayu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.