Laporkan Masalah

THE UTILIZATION OF SEA WATER IN A ESPECIALLY DESIGNED BATTERY (SABRINE SWALL BATTERY)

MURSYIDAH, Prof. Adhi Susanto, M.Sc., Ph.D.

2012 | Tesis | S2 Mag.Sistem Teknik

Energi baru dan terbarukan pada masa sekarang ini memang bukanlah sesuatu yang asing dan sudah sering kita dengar. Dimana hampir semua Negara di dunia saat ini berlomba-lomba melakukan penelitian untuk pengembangan energi baru dan terbarukan dalam upaya menghadapi krisis energi di masa yang akan datang dikarenakan semakin berkurangnya jumlah energi yang berasal dari fosil seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan energi setiap orang. Bukan hanya disebabkan oleh kebutuhan energi yang semakin meningkat mengakibatkan energi alternatif semakin diminati namun karena energi hijau sebagai energi alternatif ini tidak membahayakan lingkungan seperti hal nya energi fosil yang menghasilkan emisi / gas buang yang membahayakan kelangsungan hidup semua makhluk di bumi ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk ikut berperan serta dalam usaha Pemerintah mengatasi krisis energi dan pengurangan emisi dari pembakaran energi yang berasal dari fosil dan sebagai dedikasi kami sebagai anak bangsa dalam pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Baterai adalah perangkat kimia untuk menyimpan listrik. perangkat yang mampu menghasilkan tegangan DC, yaitu dengan cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi energi listrik melalui reaksi elektro kimia, Redoks (Reduksi – Oksidasi). Baterai terdiri dari beberapa sel, sel tersebut menjadi penyimpan energi dalam bentuk energi kimia. Sel baterai tersebut elektroda – elektroda. Elektroda negatif disebut katoda, yang berfungsi sebagai pemberi elektron. Elektroda positif disebut anoda yang berfungsi sebagai penerima elektron. Antara anoda dan katoda akan mengalir arus yaitu dari kutub positif (anoda) ke kutub negatif (katoda). Sedangkan elektron akan mengalir dari katoda menuju anoda. Dalam penelitian ini, baterai dirancang sedemikian rupa dengan menggunakan air laut sebagai elektrolitnya. Tegangan terukur untuk satu sel adalah 0,75 Volt dan arus terukur 15mA, untuk mendapatkan tegangan 10 Volt maka diperlukan 15 sel yang disusun secara seri. Pengujian dilakukan dengan pembebanan berupa lampu senter dengan 5 LED, hasilnya baterai rancangan khusus ini mampu menyalakan LED selama beberapa bulan tanpa henti, hal ini menunjukkan bahwa energi yang tersimpan dalam baterai cukup besar. Setelah energi baterai habis pengisian energi kembali hanya dengan mengganti air laut sebagai elektrolitnya. Baterai ini dirancang untuk ditempatkan di daerah pantai dan tepi laut, hal ini bertujuan agar kebutuhan air laut sebagai elektrolit dapat dengan mudah dipenuhi. Baterai rancangan khusus ini sangat ekonomis, selain bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan baterai mudah didapat, baterai tidak membutuhkan perawatan ekstra dan mahal, ramah lingkungan dan dapat digunakan selama dua puluh empat jam selama masih ada air laut

New and renewable energy at the present time is not bizarre and it’s commonly heard. Almost all of the countries in the world today are competing to do the research for new and renewable energy development in an effort to face energy crisis in the future due to the decreasing amount of energy derived from fossil along with the increasing energy needs of everyone. Not only due to the increasing energy needs alternative energy resulted increasingly in demand but also the green energy as an alternative energy does not give harmful effects on people and the environment like the fossil energy that produce emissions / exhaust gases that endanger the survival of all creature on this earth. Batteries are chemical devices to save electricity. device capable of generating a DC voltage, ie by converting chemical energy contained in it into electrical energy through the reaction of electro clams, Redox (Reduction - Oxidation). The battery consists of several cells, these cells become energy storage in the form of chemical energy. Negative electrode called the cathode, which serve as electron donors. Positive electrode called the anode which serves as an electron acceptor. Between the anode and the cathode current will flow from the positive pole (anode) to the negative pole (cathode). While the electrons will flow from katode toward the anode. In this study, the batteries are designed to use sea water as electrolyte. Voltage measured for one cell is 0,75 Volt and measurable current of 15mA, to get the required voltage is 10 Volts 15 cells arranged in series. Testing is done by loading a flashlight with 5 LED, the results of this special design battery capable of powering 5 LED for months non stop, this suggests that there are large energy stored in batteries. After charging the battery energy runs out of energy again just by replacing the sea water as electrolyte. These batteries are designed to be placed in the beach area and waterfront, it is intended that the sea water needs as the electrolyte can be easily obtained. The especially designed battery is one of the low technology and easy to be made, because the necessary materials readily available in the manufacture of batteries, the battery does not require extra maintenance and expensive, environmentally friendly and can be used for twentyfour hours as long as there is sea water.

Kata Kunci : energi baru dan terbarukan, baterai, air laut, elektroda, SaBrine dan LED.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.