EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN PEDIATRI DENGAN KEGANASAN HEMATOLOGI YANG MENGALAMI DEMAM NEUTROPENIA SELAMA KEMOTERAPI DI INSTALASI KESEHATAN ANAK RSUP.DR.SARDJITO YOGYAKARTA
Nurul Ambariyah, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt
2012 | Tesis | S2 Mag.Farmasi KlinikPemilihan antibiotika harus berdasarkan hasil kultur, pola resistensi serta guideline yang ada karena mikroorganisme dan sensitivitasnya terhadap antibiotika senantiasa berubah. Infeksi yang terjadi pada pasien yang mengalami demam neutropenia ditangani dengan pemberian antibiotika berspektrum luas pada saat timbul pertama infeksi. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien pediatri dengan keganasan hematologi yang mengalami demam neutropenia selama pemberian kemoterapi kanker di RSUP Dr. Sardjito. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif di bangsal Estella2, Instalasi Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, periode bulan April – Juni 2011. Data semua pasien pediatri yang memenuhi kriteria inklusi diambil dari rekam medis pasien meliputi pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan laboratorium, regimen antibiotika, outcome klinis yang dihasilkan serta drug related problems (DRPs) yang terjadi akibat pemberian antibiotika, kemudian data dianalisa secara deskriptif evaluatif. Pada penelitian ini terdapat 27 episode pasien pediatri dengan demam neutropenia yang sesuai dengan kriteria inklusi. Penggunaan antibiotikanya adalah 3,7% (1 pasien) sebagai profilaksis dan 100 % (27 pasien) sebagai antibiotika terapi. Antibiotika yang digunakan sebagai profilaksis adalah siprofloksasin, dan sebagai antibiotika terapi paling banyak digunakan kombinasi sefatzidim dengan gentamisin (44,6%). Sebanyak 92,6 % pemilihan terapi antibiotika sudah sesuai dengan Standart Pelayanan Medis RS Dr.Sardjito 2005, yaitu menggunakan terapi initial regimen kombinasi β-laktam dengan aminoglikosida. Keberhasilan terapi sebesar 51,85 % (14 pasien) dan terapi antibiotika yang belum adekuat atau mengalami kegagalan terapi sebesar 48,15 % (13 pasien). Pencapaian Outcome klinis penggunaan antibiotika empirik untuk mengatasi demam neutropenia dengan menggunakan regimen kombinasi seftazidim dengan gentamisin yaitu sebesar 45,83 %. DRPs yang terjadi sehubungan dengan pemberian antibiotika yaitu adanya kontra indikasi, tidak tepat dosis, adanya efek samping obat dan interaksi obat. Pemilihan terapi antibiotika pada pasien pediatri dengan keganasan hematologi yang mengalami demam neutropenia sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Medis RSUP Dr. Sardjito 2005, namun pencapaian keberhasilan terapi tergantung dari kondisi klinis pasien.
Selection of antibiotics should be based on culture results, resistance patterns and guidelines since microorganisms and their sensitivity to antibiotics always changing. Infections that occur in patients with febrile neutropenia treated with broad-spectrum antibiotics when the infection first occur. This research aims to evaluate the use of antibiotics in pediatric patients with hematologic malignancy with febrile neutropenia during cancer chemotherapy in RSUP Dr. Sardjito. This study is a non-experimental studies with prospective data collection on the ward Estella2, Instalasi Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, the period from April to June 2011. Data of all pediatric patients meeting the inclusion criteria taken from the patient's medical record includes a physical examination, laboratory results, antibiotic regimen, the resulting clinical outcome and drug related problems (DRPs) which occurs due to antibiotics, then the data were analyzed descriptively evaluative. In this study there were 27 episodes in pediatric patients with febrile neutropenia according to inclusion criteria. Patterns the use of antibiotic as prophylactic antibiotics is 3.7% (1 patient) and 100 % (27 patients) for therapeutic antibiotic. Prophylactic antibiotic used ciprofloxacin, and the most used therapeutic antibiotic is combination of ceftazidim with gentamicin (44.6%). There was 92.6% of the selection therapeutic antibiotic which is in accordance with the Standard Pelayanan Medik RS Dr.Sardjito 2005, the initial therapy regimen using a combination of β-lactam with an aminoglycoside. Therapeutic efficacy is 51.85% (14 patients) and has not been adequate antibiotic therapy or therapeutic failure by 48.15% (13 patients). Clinical outcome the use of empiric antibiotics for febrile neutropenia use combination regimen of ceftazidime with gentamycin, which amounted to 45.83 %. DRPs that occured related with the administration of antibiotics are contraindication, inappropriate dosing, adverse drug reaction and drug interactions. Selection of antibiotic therapy in pediatric hematologic malignancy with febrile neutropenia is in accordance with Standard Pelayanan Medik RS Dr. Sardjito 2005, but achieving success of therapy depends on the patient's clinical condition.
Kata Kunci : Antibiotika, keganasan hematologi, demam neutropenia, keberhasilan terapi, Drug Related Problems (DRPs).