Laporkan Masalah

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI KABUPATEN WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA

ARDIANSYAH IRIANTO, Prof. Dr. dr. KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc., DCN, DLSHTN, PKK.

2012 | Tesis | S2 Kependudukan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelayanan petugas KIA, fasilitas pelayanan, akses masyarakat ke pelayanan KIA dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan KIA di puskesmas yang ada di Kabupaten Wakatobi.Penelitian ini menggunakan metode survey explanatory, dengan menggabungkan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang terregistrasi di masing-masing puskesmas Pulau Binongko dan Pulau Wangi-wangi pada tahun 2009 (saat ini telah melahirkan) yang berjumlah 1.436 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 94 orang. Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling.Kualitas pelayanan diukur dengan menggunakan kuesioner dari Bruce dan Parasuraman, kemudian dianalisis menggunakan uji t, korelasi spearman serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat mengenai kualitas pelayanan KIA adalah baik. Perbedaan persepsi antara kualitas pelayanan KIA di Pulau Binongko (lebih rendah) dan Pulau Wangi-wangi (lebih tinggi) selain disebabkan oleh perbedaan jumlah sampel di masing-masing lokasi penelitian juga dipengaruhi oleh status wilayah.Hasil analisis hubungan menunjukkan ada hubungan antara petugas, fasilitas dan akses terhadap kualitas pelayanan KIA, sedangkan kesadaran masyarakat tidak memiliki hubungan. Hasil penelitian juga menunjukkan temuan menarik dan mengungkapkan pentingnya perilaku petugas, fasilitas dan akses masyarakat dapat mempengaruhi kualitas pelayanan KIA.

This research’s purposes are to assess the MCH service officers, service facilities, public access to MCH services and public awareness in the use of MCH services at the health centers in Wakatobi. This isan explanatory research, by combining qualitative and quantitative approaches. The population of this study was all pregnant women who registered in each health centersin Binongko Island and Wangi-wangi Islandin 2009 (who already given birth by the time of this research conducted). The number of population was 1.436, from which the sample of this research was selected. The number was 94 respondents. Sampling was taken using simple random sampling method. The quality of care was measured based on Bruce’s and Parasuraman’s questionaires. The analysis was done by using t test, spearman correlation and logistic regression. The results show that respondents perceptions on the quality of MCH services mostly good. Differences in perception between the quality of MCH services in Binongko Island (lower) and Wangi-wangi Island (higher) might be caused by the differences of samples number in each research sites. In addition the factor influencing the different perception between respondents in Wangi-wangi and Binongko might refer to the status of the regions. The correlation analysis shows that there are correlation between the behaviour of provider, facilities and access to MCH services with quality of care. While public awareness did not have anycorrelation with quality of care. The result also reveals and interesting finding showing the importance of the behaviour of provider, facilities and public access in influencing the quality of MCH services.

Kata Kunci : Persepsi, Kualitas Pelayanan, Program KIA.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.