Laporkan Masalah

KONTRIBUSI EKSKRESI BASAL PURIN TERHADAP TOTAL EKSKRESI DERIVAT PURIN DALAM URIN KAMBING BLIGON DAN KEJOBONG

CATUR SUCI PURWATI, Prof. Dr. Ir. Lies Mira Yusiati. SU

2012 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kontribusi ekskresi basal terhadap total ekskresi derivat purin dalam urin kambing Kejobong dan Bligon. Percobaan ini menggunakan metode Independent Student t-test untuk membandingkan ekskresi derivat purin keturunan kambing yang berbeda. Pakan yang diberikan adalah jerami kacang tanah (rendeng). Dalam penelitian ini digunakan kambing jantan Bligon dan Kejobong masing-masing 6 ekor. Percobaan ini dibagi menjadi 3 periode yaitu periode adaptasi selama 14 hari, periode koleksi pada saat ternak diberi pakan ad libitum selama 7 hari, dan periode koleksi pada saat ternak dipuasakan. Dilakukan penentuan kandungan bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK) dan ekstrak eter (EE) yang dilakukan dengan metode analisis proksimat untuk pakan, sisa pakan, dan feses. Pada sampel urin yang diambil saat ternak diberi pakan ad libitum dan dipuasakan dilakukan pengukuran derivat purin yaitu allantoin, asam urat, xantin dan hipoxantin. Hasil penelitian memperlihatkan konsumsi bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar, dan ekstrak eter menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Nutrien tercerna bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat kasar, dan ekstrak eter juga menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Volume urin kambing Kejobong dan Bligon pada pemberian pakan secara ad libitum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05), dengan rerata kambing Kejobong 953,84 dan bligon sebesar 762,69 ml/hari. Total ekskresi allantoin dan asam urat kambing Kejobong cenderung lebih tinggi dari pada Bligon, sedangkan untuk total ekskresi xantin dan hipoxantin menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Total ekskresi derivat purin pada saat ad libitum menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05). Rerata kambing Kejobong 117,96±16,43 µmol/W0,75/hari dan Bligon 72,40±4,53 µmol/W0,75/hari. Volume urin pada saat dipuasakan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Rerata Volume urin kambing Kejobong 233,04 dan Bligon 201,75 ml/hari. Total ekskresi allantoin pada saat di puasakan kambing Kejobong cenderung lebih rendah dibanding Bligon, namun untuk total ekskresi asam urat cenderung lebih tinggi Kejobong dibanding Bligon.Total ekskresi xantin dan hipoxantin menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Total ekskresi derivat purin pada saat di puasakan kambing Bligon lebih tinggi dari kambing Kejobong, dengan rerata kambing Kejobong 18,85±4,45 µmol/W0,75/hari, dan Bligon sebesar 19,33±2,28 µmol/W0,75/hari. Purin terabsorbsi kambing Kejobong 0,10 mmol/hari sedangkan Bligon 0,06 mmol/hari. Efisiensi sintesis protein mikrobia kambing Kejobong adalah 0,07 g N mikrobia/hari, sedangkan Bligon 0,05 g N mikrobia/hari dengan BK nutrien tercerna hampir sama. Kontribusi ekskresi basal derivat purin terhadap total ekskresi derivat purin kambing Kejobong 15,98%, sedangkan Bligon 26,70%.Efisiensi penggunaan pakan kambing Kejobong lebih baik, dibandingkan Bligon.

This study aims to determine the differences of the basal purine contribution to the total purine derivative excretion in the urine of Kejobong and Bligon goat. This experiment using the method of Independent Student t-test to compare the two purine derivatives excretion of different goats. Food that is provided is peanut hay (rendeng). The reserch used six male Kejobong and six male Bligon. This experiment is divided into three periods, a period of adaptation for 14 days, periode collection when cattle were fed ad libitum for 7 days, and the period of collection when fasted animals. Do the determination of dry matter content (DM), organic matter (OM), crude protein (CP), crude fiber (CF) and ether extract (EE) is performed by the method of proximate analysis for feed, food remains and feces. The urine samples, measured derivatives purine allantoin, uric acid, xanthine and hypoxanthine. The results showed the nutrients consumption and digested nutrients which include DM, OM, CP, CF, and EE between Kejobong and Bligon goat showed no real difference. While the volume of urine in an ad libitum feeding the Kejobong and Bligon goat also showed significant (P<0,05), with an average Kejobong goat 953.84, while Bligon goat 762.69 ml/day. Total excretion of allantoin and uric acid when fed ad libitum for Kejobong goat tend to be higher than Bligon goat. While total excretion of xanthine and hypoxanthine showed no real difference. Total excretion of derivatives purine from Kejobong goat higher than Bligon goat (P<0.05) with a average Kejobong goat 117.96±16.43 µmol/W0,75 and Bligon goat 72.40±4.53 µmol/W0,75. Total excretion of allantoin Kejobong goat when the fasting tend to be lower than Bligon goat. Volume urin during fasting no significant result. Average of volume urin kejobong goat 233.04 and Bligon goat 201.75 ml/day. Total excretion of allantoin Kejobong goat when fasted tend to be lower than Bligon goat, but the total excretion of uric acid Kejobong goats tend to be higher than Bligon goat (P<0.05), with average 18.85 ± 4.45 µmol/W0,75 Kejobong goat, while Bligon goat19.33 ± 2.28 µmol/W0,75. Absorbed purine of Kejobong goat 0.10 mmol/day while Bligon 0.06 mmol/day. Efficiency of microbial protein synthesis Kejobong goat is 0,07 g microbial N/day, while Bligon 0.05 g microbial N/day with the same digested nutrients BK. Contribution of basal excretion of purine derivatives to total excretion of purine derivatives goat Kejobong goat 15.98%, while Bligon 26.70%. The efficiency of feed use goats Kejobong better than Bligon.

Kata Kunci : Ekskresi, Derivat purin, Kambing Bligon, Kejobong


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.