Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KERINGAT DENGAN INTENSITAS BAU DAN KEPADATAN BAKTERI CORYNEBACTERIUM SP. PADA BROMHIDROSIS

Sri Siswanti, Dr. K. Etnawati, MPH, Sp.KK(K)

2012 | Tesis | S2 Ked.Klinik/MS-PPDS

Bromhidrosis adalah bau badan tidak normal atau berlebihan yang keluar dari kulit kita, dan sumber bau badan utama adalah ketiak. Bau ketiak disebabkan karena adanya keringat apokrin (kental) dan bakteri Corynebacterium sp. Peran keringat terhadap bau ketiak yang bersumber dari keringat ekrin dan apoekrin yang bersifat cair hingga saat ini belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara jumlah keringat dengan intensitas bau ketiak dan kepadatan Corynebacterium sp. pada penderita bromhidrosis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan studi potong lintang (cross sectional); dengan mengukur jumlah keringat, intensitas bau dan kepadatan bakteri Corynebacterium sp. pada 41 ketiak penderita bromhidrosis yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data untuk mengetahui korelasi antara jumlah keringat dengan intensitas bau ketiak dan kepadatan Corynebacterium sp. dilakukan dengan uji korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna dan kuat antara jumlah keringat dengan intensitas bau pada penderita bromhidrosis, dengan nilai r=0,523 (r>0,5) dan p=0,000 (<0,05); yakni semakin tinggi jumlah keringat, maka intensitas bau ketiak juga semakin tinggi. Terdapat korelasi yang bermakna walaupun lemah antara jumlah keringat dengan kepadatan bakteri corynebacterium sp., dengan nilai r=0,327 (r>0,5) dan p=0,037 (p<0,05); yakni semakin tinggi jumlah keringat, maka kepadatan bakteri corynebacterium sp. juga semakin tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah keringat, maka intensitas bau ketiak dan kepadatan bakteri Corybebacterium sp juga semakin tinggi.

Bromhidrosis, the unpleasant body odor that comes out mainly from axillary skin, originates from the viscous apocrine sweat with the contribution of Corynebacterium sp. While the role of axillary sweat quantity which mostly derived from eccrine and apoeccrine sweat is still unclear. The aim of this study was to examine the correlation between the sweat quantity with the axillary odor intensity and Corynebacterium sp colony in the axillary bromhidrosis patients. A cross sectional study was carried on 41 axillary bromhidrosis subjects, measuring the sweat quantity, the odor intensity and the Corynebacterium sp. colony. Data analysis was performed by spearman's rho correlation test. The result showed that there was a strong positive and significant correlation between the sweat quantity and the axillary odor intensity (r = 0.523 and p=0.000). And a weak positive correlation between the sweat quantity and the Corynebacterium sp. colonies (r =0.327 and p = 0.037). It is concluded that sweat quantity correlated with Corynebacterium sp.colonies. and axillary odor intensity.

Kata Kunci : jumlah keringat, intensitas bau ketiak, kepadatan Corynebacterium sp.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.