FRASE NUMERALIA BERPENYUKAT PADA BAHASA KERABAT LASALIMU DAN KAMARU
YOHANIS SANJOKO, Dr. Inyo Yos Fernandez, M.Hum
2012 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini berhubungan dengan frase numeralia berpenyukat pada bahasa kerabat Lasalimu dan Kamaru, yang masih diperdebatkan statusnya: apakah keduanya bahasa yang sama ataukah berbeda bahasa. Desa Lasalimu yang berbahasa Lasalimu terdapat di Kecamatan Lasalimu Selatan, sedangkan di Kecamatan Lasalimu, terdapat desa yang bernama Desa Kamaru. Dua desa tersebut adalah nama kedua bahasa yang dibahas di sini. Numeralia adalah kata atau frase yang menunjukkan bilangan atau kuantitas, dapat juga untuk menyatakan jumlah benda atau urutannya dalam suatu deretan. Adapun frase nomina adalah frase yang unsur pusatnya berupa nomina. Sementara itu, kata penyukat diartikan sebagai classifier atau penggolong yang biasanya terletak setelah numeralia dalam konstruksi frase nomina + numeralia. Dalam penelitian ini diuraikan sistematika numeralia pada bahasa kerabat Lasalimu dan Kamaru. Mengklasifikasikan kata penyukatnya yang terdiri atas beberapa jenis kata penyukat, kemudian dijelaskan konstruksi frase numeralia berpenyukat pada kedua bahasa tersebut. Penelitian ini memakai teori struktural. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena berusaha memerikan fenomena lingual tertentu yang bertalian dengan objek penelitian. Data dikumpulkan dengan cara bertanya langsung kepada penutur kedua bahasa, dengan memakai metode kuesioner yang telah ditentukan sebelumnya. Setelah data terkumpul, dianalisis sesuai dengan rumusan permasalahan. Berdasarkan tinjauan numeralia, kata penyukat, serta konstruksi numeralia berpenyukat pada kedua bahasa tersebut ternyata tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Dari analisis numeralia menunjukkan numeralia dengan posisi ligatur yang berbeda. Sementara itu, pada kata penyukat juga relatif sama, hanya berbeda distribusi. Hasil analisis menunjukkan konstruksi frase numeralia berpenyukat pada kedua bahasa, yakni Num + Peny. + N, dengan keketatan yang sama.
This study deals with numeral phrase classifier in Lasalimu and Kamaru. These two languages are still debatable, whether they are a single language or different languages. Lasalamu village with Lasalamu is located in South Lasalimu, while in Lasalimu district, there is a Kamaru Village. These two villges is the name of languages being discussed here. Numeral is word or phrase showing numbers or quantity. It can also show the number of things and its oder in a sequence. Noun phrase is a phrase with noun as its center. Meanwhile, classifier can be defines as classifying unit which is located after noun in noun phrase + numeral construction. This study will explain the system of numerals in those two languages. Afterwards, this study attempts to classify classifier consisting of some kinds of classifier. Then, it will explain the construction of numeral phrase classifier in Lasalimu and Kamaru. This study used structural theory. This is a descriptive qualitative study since it attempts to describe a certain linguistic phenomena related the object of the study. The data was collected by interviewing the speakers of the isolects, by using questionnaire previously prepared. After the data gained, the next step is analyzing the data. The analyses will be focused on the problems of study. Based on the study of numerals, classifiers, and numeral classifier construction in two languages, there is no significant difference. From the analysis, it can be seen that there is the same base numeral. Meanwhile, there is similarity in classifier, but the distribution is slightly different. The result of analyses exhibit the construction of numeral phrase classifier in both languages are the same: Numeral + Classifier + Noun with the same boundedness hierarchy.
Kata Kunci : numeralia, kata penyukat, frase nomina, bahasa