PENGARUH BAHAN PEMBERSIH GIGI TIRUAN TERHADAP KADAR VOLATILE SULFUR COMPOUNDS PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP RESIN AKRILIK (Studi pada populasi lanjut usia)
Ayu Ambarsari, Prof. Dr. Haryo Mustiko D., MS., Sp Pros(K)
2012 | Tesis | S2 ProstodonsiaHalitosis atau bau mulut adalah gejala dari suatu penyakit yang tidak disadari yang dapat mengganggu komunikasi dan penampilan. Halitosis berkaitan erat dengan pemakaian gigi tiruan. Bahan pembuat gigi tiruan yang sering digunakan adalah resin akrilik, tetapi selain cara pembuatannya mudah dan estetik baik, bahan ini mempunyai sifat porus dan mudah menyerap cairan mulut yang akan menimbulkan bau tidak sedap apabila tidak dijaga kebersihannya. Bahan pembersih yang biasa digunakan antara lain air, sabun dan pembersih gigi tiruan. Oral chroma adalah alat pengukur volatile sulfur compounds (VSC) sebagai penyebab utama halitosis. VSC mempunyai komponen utama senyawa hidrogen sulfida, metil merkaptan dan dimetil merkaptan. Penelitian dilakukan pada 27 pasien yang menggunakan gigi tiruan lengkap resin akrilik yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok I diinstruksikan untuk membersihkan gigi tiruan hanya menggunakan air, kelompok II menggunakan sabun dan kelompok III menggunakan pembersih gigi tiruan (polident). Semua pasien diinstruksikan untuk membersihkan gigi tiruan selama 4 minggu. Ketiga kelompok diukur kadar halitosisnya menggunakan Oral Chroma sebelum dan sesudah dilakukan pembersihan. Data dianalisis dengan Anava dua jalur dan dilanjutkan uji Least Significant Difference (LSD) dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan yang signifikan antara bahan pembersih gigi tiruan (p<0,05), terjadi perbedaan yang signifikan antara kadar VSC (p<0,05), terjadi perbedaan yang signifikan antara interaksi bahan pembersih gigi tiruan dengan kadar VSC (p<0,05). Kesimpulannya, bahan pembersih gigi tiruan berpengaruh menurunkan kadar VSC pemakai gigi tiruan lengkap resin akrilik.
Halitosis or malodor is a symptom of a disease that does not realize that can interfere with communication and appearance. Halitosis is closely related to the use of denture. Denture material commonly used is acrylic resin, but besides easy and good esthetics, these materials can be porous and easy to absorb oral fluids will cause odor if not kept clean. Cleaning agents commonly used are water, soap and denture cleansers. Oral Chroma is a device to measure the volatile sulfur compounds (VSC) as the main cause of halitosis. VSC has major components of a compound of hydrogen sulfide, methyl mercaptan and dimethyl mercaptan. The study was conducted on 27 patients using acrylic resin complete denture which was divided into 3 groups. Group I was instructed to clean dentures using only water, group II using soap and group III using denture cleanser (polident). All of them were instructed to clean the dentures for 4 weeks. The three groups were measured using the Oral Chroma before and after cleaning. Data were analyzed with two-way Anova and continued with Least Significant Difference test (LSD) at a 95% significance level. The results showed, there was significant difference between denture cleansers (p<0.05), there was a significant difference between VSC levels (p<0.05), there was a significant difference between the interaction of the denture cleansers with VSC levels (p<0.05). In conclusion, denture cleansers effective to reduce VSC levels of acrylic resin complete denture wearers.
Kata Kunci : VSC, gigi tiruan lengkap resin akrilik, bahan pembersih, oral chroma