Laporkan Masalah

EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM DWILOGI NOVEL PADANG BULAN DAN CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA

FAIKA BURHAN, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA.,

2012 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kehidupan sosial perempuan yang termarjinalkan dalam masyarakat. Dalam karya sastra perempuan juga terjebak dalam mistik femininitas yang membatasi gerak mereka. Akibatnya perempuan terlampau jatuh ke dalam imanensi yang mencegahnya menuju transendensi untuk pencapaian eksistensi diri. Akan tetapi, melalui fase-fase kejatuhan hidup, perempuan mampu bangkit untuk merenungkan keberadaan dirinya kemudian tampil berjuang dan mendobrak tabu yang melemahkan posisinya. Adapun permasahalan yang muncul berdasarkan latar belakang tersebut adalah proses penemuan eksistensi diri perempuan setelah melewati fase-fase kejatuhan hidup serta wujud pemberontakan dan solidaritas mereka dalam grup untuk mempertahankan eksistensinya. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan teori feminis eksistensialis Simone de Beauvoir dan Jean-Paul Sartre mengenai kehadiran perempuan sebagai en-soi (ada dalam dirinya) dan pour-soi (ada untuk dirinya) menuju eksistensi diri dan didukung metode analisis dialektik Lucien Goldmann untuk melihat kedudukan karya sastra sebagai fakta kemanusiaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan yang bebas mampu mencapai eksistensinya sebagai manusia. Ketika seorang perempuan mampu bereksistensi, maka ia telah menciptakan eksistensi untuk perempuan lainnya. Setiap pilihan yang dia jalani merupakan citra yang dia bangun untuk dirinya dan dunia. Kehadirannya merupakan inspirasi sekaligus menjadi simbol untuk kebangkitan perempuan di sekelilingnya. Ia menjadi ada dan menjadikan yang lainya merasa ada.

This research based on phenomena of woman social life who sidelined in society. In literature work the woman trapped in feminism which limit their move. Consequently, woman fall into immanent which avoid them toward transcendence of achieving self existence. However. trough phase of life, women can get up to reflect on their existence and emerge to struggle a taboo which weaken them. The problem appeared based on the phenomena is finding of woman self existence after passing the phases, confrontation and solidarity in group to defend their existence. The problem analyzed by using theory of feminism existence of Simone De Beavoir and Jean-Paul Sarte concerning with the presence of woman as en-soi (appear in their self) and pour- soi ( appear to their self) toward self existence and using analysis method of dialectic of Lucien Goldmann to see the literature work as human fact. The result of this research shows that free woman can achieve their existence as human being. When a woman is able to exist, she has made her existence for other woman. Every choice she chooses is the image she create for herself and the world. Her presence is inspiration and symbol for woman revival around them. She become exist and make other exist.

Kata Kunci : eksistensi perempuan, kebebasan, dan solidaritas.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.