Laporkan Masalah

ANALISIS YURIDIS WASIAT WAJIBAH SEBAGAI SALAH SATU CARA MENDAPATKAN BAGIAN BAGI ANAK ANGKAT (Studi Kasus Putusan Nomor : 1326/Pdt.G/2006/PA.TA dan Putusan Nomor : 07/Pdt.G/2008/PTA.Sby)

DHEDDY ISCAHYANTO, S.H., Prof. Dr. Abdul Ghofur Anshori, S.H., M.H.

2012 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menetapkan dan memutus anak angkat memperoleh wasiat wajibah dalam Putusan Nomor : 1326/Pdt.G/2006/PA.TA dan Putusan Nomor : 07/Pdt.G/2008/PTA.Sby. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode yuridis normatif. Penelitian yuridis yaitu suatu penelitian yang berusaha mensinkronisasikan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam perlindungan hukum terhadap norma-norma atau peraturan-peraturan hukum lainnya dengan kaitannya dalam penerapan peraturan-peraturan hukum itu pada praktik nyata di lapangan. Serta penelitian normatif yang artinya penelitian ini juga menitikberatkan penelitian data atau bahan kepustakaan yang berupa data sekunder, baik data sekunder berupa bahan hukum primer maupun bahan hukum sekunder. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer.. Hasil penelitian ini menunjukkan, Dalam Putusan Nomor : 1326/Pdt.G/2006/PA.TA Majelis Hakim Pengadilan Agama Tulungagung memberikan pertimbangan bahwa meskipun adanya anak angkat baru diketahui pada saat pembuktian, anak angkat berhak memperoleh bagian melalui wasiat wajibah sebesar 1/3 bagian sebagaimana diatur dalam Pasal 209 ayat (2) KHI. Pemberian wasiat wajibah terhadap anak angkat 1/3 bagian merupakan batasan pemberian suatu wasiat, hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu banyak harta peninggalan yang diberikan melalui wasiat wajibah untuk menjaga kesejahteraan ahli waris lainnya. Sedangkan dalam Putusan Nomor : 07/Pdt.G/2008/PTA.Sby Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Surabaya memberikan pertimbangan bahwa meskipun anak angkat bukan merupakan ahli waris akan tetapi berhak memperoleh wasiat wajibah 1/3 dan harus dimasukkan sebagai pihak dalam gugatan karena anak angkat mempunyai kepentingan hukum dan hubungan hukum dengan orang tua angkatnya. Pemberian wasiat wajibah dimaksudkan untuk memenuhi rasa keadilan terhadap anak angkat karena telah merawat dan menyayangi orang tua angkatnya dan untuk kesejahteraan anak angkat itu sendiri.

This research aims to determine the consideration of the judge in determining and deciding the adoptive child to acquire wajibah testament in Verdict Number: 1326/Rev. G/2006/PA.TA and Verdict Number: 07/Rev. G/2008/PTA.Sby. This research is a research with normative juridical method. Juridical research is a research that attempted to synchronize the legal provisions with the norms in the legal protection of the norms or other legal regulations in the connection of implementation of the legal regulations in real practice in the field. As well as the normative study meaning this study also focus on research data or literatures in the form of secondary data, either in the form of secondary data primary law materials and secondary law materials. The research is also supported by field research to obtain primary data. The results of this research indicate, in Verdict Number. 1326/Pdt.G/2006/PA.TA Tulungagung religious court judges to provide consideration that despite the existence of a new adoptive child is known at the time of verification, the adoptive child has a right to acquire wajibah testament for 1/3 portion as provided in Article 209 verse (2) KHI. Provision of wajibah testament to adoptive child 1/3 portion is the limitation provision of a testament, it is intended that not too many inheritance given by wajibah testament to ensure the welfare of other heirs. While the Verdict Number: 07/Pdt.G/2008/PTA.Sby Surabaya religious high court judges give consideration that even though the adoptive child is not an heir, but has a right to acquire wajibah testament 1/3 and should be admitted as a party to the lawsuit because the adoptive child has the legal interest and the legal relationship with the adoptive parents. Provision wajibah testament intended to satisfy the justice of the adoptive child for taking care and loving adoptive parents and to the welfare of the adoptive child him/herself.

Kata Kunci : Wasiat Wajibah, Anak angkat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.