Laporkan Masalah

INTERPRETASI KOMUNIKATIF TERHADAP AYAT PERANG DALAM PERSPEKTIF TEORI TINDAKAN KOMUNIKASI JURGEN HABERMAS

AWAL MUQSITH, DR. M. Mukhtasar Syamsuddin

2012 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Ayat perang dianggap sebagai alat legitimasi bagi penggunaan kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Penelitian ini bertujuan menafsirkan ayat perang dengan mendasarkan pada nilai dasar Islam yaitu kedamaian dan kasih sayang. Metode interpretasi tersebut akan menggunakan teori komunikasi Jurgen Habermas. Penelitian ini akan membahas, (1) teori tindakan komunikasi yang dikembangkan oleh Jurgen Habermas, (2) historisitas ayat perang, (3) permasalahan yang ada dalam ayat perang dan (4) penerapan teori tindakan komunikasi dalam interpretasi ayat perang. Penelitian ini akan menggunakan metode hermeneutika-dalam yang dikembangkan Habermas dalam teori tindakan komunikasinya. Metode hermeneutika-dalam adalah metode analisis teks yang dengan memaparkan ekspresi-ekspresi yang terdistori dalam proses komunikasi akibat sensor sosial. Metode tersebut digunakan Habermas untuk mencapai kesepahaman dan intersubjektivitas antar manusia. Ayat perang tak dapat dipisahkan dari aspek sosio-historis umat Islam saat itu. Dengan adanya realitas perang dalam Islam, bukan berarti Islam telah mengkhianati ajaran dasarnya, bahkan dalam ayat perang juga sarat dengan dengan nilai kasih sayang dan intersubjektivitas. Ayat perang merupakan satu- satunya solusi bagi umat Islam untuk bertahan hidup dalam sistem sosial yang ada pada masyarakat Arab waktu itu, sehingga kandungan hukum yang ada dalam ayat perang tidak dapat diterapkan secara sembarangan di segala kondisi.

The war verses are considered as a tool of legitimacy for the use of violence in the name of religion recently. The aim of this study is to interpret the war verses by basing them on the peaceful Islamic teaching. Interpretation method used here is the theory of communicative action developed by Jurgen Habermas. This study addresses, (1)the theory of communicative action developed by Habermas, (2) the historical aspect of the war verses (3) the problem existing in the war verses and (4) the application of the theory of communicative action in the interpretation of the war verses. This study uses depth-hermeneutic method developed by Hebermas in theory of communicative action. Depth-hermeneutic is a text analyzing method by exposing the distorted expressions in the process of interaction due to social censorship. Habermas used the method to achieve mutual understanding and intersubjectivity between human and society. War verses can not be separated from socio-historical aspects of the Muslims at that time. The realities of war in Islam do not meat that Islam has betrayed its fundamental teachings based on love and peace. In war verses, it is loaded with the value of compassion an intersubjectivity as well. War verses are the only solution for Muslims to survive in a social system that existed at that time in the Arab society, even though the content of existing law under subsection war can not be applied indiscrimately in all condition.

Kata Kunci : Ayat Perang, intersubjektivitas, rahmat, kekerasan.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.