Laporkan Masalah

FENOMENA KELIRU DENGAR: STUDI TENTANG PERSEPSI BUNYI VOKAL PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS DI INDONESIA

Arum Perwitasari, Dr. Suhandano, M.A.

2012 | Tesis | S2 Linguistik

Fenomena keliru dengar sering mengakibatkan keliru persepsi dan kesalahpahaman antara penutur dan si pembelajar atau lawan tutur, serta menghambat kelancaran dalam komunikasi antara kedua penutur. Hanya saja, penelitian mengenai fenomena keliru dengar ini belum mendapat perhatian dari para peneliti bahasa. Penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi bunyi-bunyi vokal apa saja yang sering menimbulkan salah dengar pembelajar bahasa Inggris di Indonesia. Tak hanya itu, penelitian ini juga meneliti bagaimana pengaruh konteks terhadap keliru dengar bagi pembelajar bahasa Inggris di Indonesia serta penyebab terjadinya keliru dengar pada pembelajar bahasa Inggris di Indonesia. Metode penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu metode pengumpulan data, metode analisis data dan metode penyajian data. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner oleh responden dan tes mendengarkan (menyimak). Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini berguna untuk mengetahui data pribadi responden penelitian. Tes menyimak sebanyak 28 soal digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan mendengarkan responden, dan untuk membantu peneliti menjawab hipotesis yang diajukan. Responden penelitian ini adalah 20 orang Indonesia asli yang belajar bahasa Inggris dan telah memenuhi kriteria penelitian. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bunyibunyi vokal yang sering disalah-dengarkan oleh pembelajar bahasa Inggris di Indonesia dan mencari mean (nilai rata-rata) dan persentase dari tes menyimak tanpa dan dengan konteks. Setelah dianalisis, data akan disajikan dengan secara formal. Dari hasil identifikasi tes menyimak, pasangan bunyi /I/ dengan /i:/, / :כ /dengan / ס/, /Λ/ dengan / ס/ dan /U/ dengan /u:/memiliki persentase keliru dengar yang cukup tinggi yaitu sebesar 15% hingga 33,75%. Fenomena keliru dengar yang tidak terlalu tinggi terlihat pada perbandingan fonem /α:/ dengan / ס/ dan /e/dengan /ə/ yakni sebesar 10%. Pembelajar bahasa Inggris di Indonesia tidak mengalami kesulitan membedakan bunyi pada perbandingan fonem /з:/ dengan /e/, /Λ/ dengan /æ/, /Λ/ dengan / α:/, / כ:/ dengan /U/, serta / כ:/ dengan / α:/ dengan persentase sebesar 0% hingga 8,3%. Konteks terbukti sangat berpengaruh dalam memudahkan pembelajar bahasa Inggris di Indonesia memahami kata. Penyebab keliru dengar terbagi menjadi tiga penyebab yaitu penyebab antarbahasa (interlingual), penyebab intrabahasa (intralingual), serta penyebab ekstralingual.

Slips of the ear leads to speakers’ misperception and misunderstanding. It hints at communication failure between the speaker and the listener. Yet, linguists have not conducted full investigation on this matter. The research is designed to identify the misperceived vowel sounds of Indonesian learners of English. Additionally, it is to examine the bearing of context and the causes of slip of the ear among those learners. The reasearch applies three steps; collecting, analyzing and processing the data. Questionaire and listening tests are used to gather data collection. The questionaire is employed to explore respondents’ personal information. Twenty eight numbers of listening tests are to measure the respondents’ competence in listening and to answer the hypothesis. The respondents are 20 Indonesian learners of English who fits with the criteria proposed in this research. Analysis of the data begins with the identification of vowel sounds that are misperceived by the respondents. It guides the research to find the mean and percentage of listening test with and without context. On further steps, the data is presented formally. The findings of this research prove that pair of sounds /I/ and /i:/, / :כ /and/ ס/, /Λ/ and / ס/, /U/ and /u:/ shows a lofty percentage which is from 15% to 33,75% and often misperceived by Indonesian learners of English. Pair of sounds /α:/ and / ס/ , /e/ and /ə/ only shows 10% of slips of the ear. Importantly, the learners has no difficulties in defining vowel sounds /з:/ and /e/, /Λ/ and /æ/, /Λ/ and / α:/, / כ:/ and /U/, / כ:/ and / α:/ with slips of the ear percentage is only 0% to 8,3%. The research provide strong evidence that context brings positive influence on making it easier for the learners to comprehend words. Accordingly, the research comes to the point that the causes of slips of the ear are interlingual, intralingual, and extralingual factors.

Kata Kunci : keliru dengar, persepsi bunyi, psikolinguistik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.