Tinjauan Yuridis terhadap Akad Murabahah pada Pembiayaan Hunian Syariah (PHS) di PT.Bank Muamalat Indonesia Tbk. Cabang Kota Banjarmasin
DESY ARIANI, Prof. Dr.Abdul Ghofur Anshori, S.H.,M.H.,
2012 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip syariah dan penyelesaian wanprestasi terhadap Akad Murabahah pada Pembiayaan Hunian Syariah (PHS) di PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk., Cabang Banjarmasin. Penelitian ini bersifat yuridis normatif yaitu suatu prosedur untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan hukum dari sisi normatifnya yang dilakukan melalui studi kepustakaan dan menelaah kaidah hukum (peraturan perundang-undangan) serta asas-asas hukumnya, selain berdasarkan penelitian kepustakaan untuk melengkapi data diperoleh dari penelitian lapangan. Penelitian ini disajikan dalam sebuah laporan yang bersifat deskriptif analitis, dimana data yang telah diolah kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Penerapan prinsip syariah dalam Akad Murabahah pada Pembiayaan Hunian Syariah (PHS) di PT.Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin pada dasarnya sudah diterapkan dengan baik, sesuai dengan prinsip syariah sebagaimana ketentuan dalam Pasal 2 Undang-Undang Perbankan Syariah yang tidak mengandung unsur seperti riba, maisir, gharar, haram dan zalim. Selain itu, penerapan prinsip syariah juga berdasarkan fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional tentang murabahah. (2) Penyelesaian wanprestasi Akad Murabahah pada Pembiayaan Hunian Syariah (PHS) di PT.Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin apabila nasabah hanya melakukan keterlambatan pembayaran, pihak bank mengenakan denda, tetapi dalam hal nasabah melakukan wanprestasi seperti yang ada dalam Pasal 15 akad PHS, pihak bank berhak menghentikan jangka waktu pemenuhan kewajiban bank dan selanjutnya meminta nasabah untuk membayar atau melunasi sisa utang, serta menjual harta benda yang dijaminkan oleh nasabah berdasarkan prinsip keadilan. Tetapi sebelumnya bank dengan nasabah melakukan musyawarah sebagaimana ketentuan dalam Pasal 55 Undang-undang Perbankan Syariah.
This research aim to know application of syariah and settlement of wanprestasi to Murabahah Agreement in Payment of Syariah Dwelling (PHS) in PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk., Branch Banjarmasin. This research is normative juridicial research to find the truth by logic of the normative legal scholarship conducted through library research and examines the rule of law (legislation) as well as the legal priniples, in addition based on the library research to completement the data obtained from the field research. This research is presented in a descriptive analytical report, in which the data has been processed and analyzed qualitatively. The Result of this research show that (1) Application of syariah priniples in murabahah agreement in payment of syariah dwelling (PHS) in PT. Bank Muamalat of Indonesia, branch Banjarmasin basically already well implemented in accordance with syariah principles as stipulated in article 2 of syariah banking Act do not contain any such elements riba, maisir, gharar, haram and zalim. In addition, to the application of syariah priciples as well by fatwa national of dewan syariah about murabahah.(2) Wanprestasi settlement of Murabahah agreement in payment of syariah dwelling (PHS) in PT. Bank Muamalat Indonesia, branch Banjarmasin if the customer only do late payments, the bank imposes a penalty but in the case of customers in wanprestasi as in article 15 PHS agreement, the bank has the right to stop the bank‟s obligation fulfillment period and then ask the customer to pay or pay off the remaining debt, and selling property warranted by the customer based on the principle of justie. But before the bank with the costumer to the deliberating as the provisions of article 55 of syariah banking act.
Kata Kunci : Murabahah, Pembiayaan Hunian Syariah, PT.Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Cabang Banjarmasin