Laporkan Masalah

Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Keterikatan Kerja pada Perawat

IFA NURDIYANI, Prof. Dr. Thomas Dicky Hastjarjo

2012 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja (QWL) dan kepemimpinan transformasional terhadap keterikatan karyawan. Kualitas kehidupan kerja adalah kepuasan karyawan yang terdiri dari dua hal utama kebutuhan : lower and higher order need. Lower order needs terdiri dari kebutuhan akan kesehatan/kemananan dan ekonomi/finansial. Higher-order needs meliputi kebutuhan sosial, harga diri, aktualisasi diri, ilmu pengetahuan dan kebutuhan estetika. Keterikatan karyawan adalah suatu hal yang positif, sikap pandangan berkaitan dengan pekerjaan yang ditandai oleh kekuatan mental (vigor), dedikasi dan penyerapan (absorption). Kepemimpinan transformasional adalah kemampuan pemimpin untuk memotivasi bawahannya sehingga bawahannya dapat memaksimalkan potensi atau berprestasi dalam pekerjaannya. Penelitian ini melibatkan perawat tetap yang dibagi menjadi dua kelompok, lima puluh orang sebagai kelompok uji coba skala dan sembilan puluh delapan orang sebagai responden pengambilan data. Alat pengumpulan data yang akan digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari kuesioner untuk mengukur kualitas kehidupan kerja, keterikatan (UWES) dan transformational leadership (MLQ-5X). Hipotesis diuji menggunakan analisis regresi berganda, dan menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap keterikatan kerja pada perawat dengan F= 12,709 dengan p= 0,000 dimana p < 0,01. Secara bersamaan kualitas kehidupan kerja dan kepemimpinan transformasional memberikan pengaruh terhadap keterikatan kerja.

The purpose of the study was to examine the influence of Quality of Work Life (QWL) and transformational leadership towards employees’ work engagement. Quality of work life is employees’ satisfaction which is consisted of two primary needs: lower order need and higher order need. Lower order needs is consisted of needs of health/security and economy/financial. Higher-order needs is consisted of needs of social, self esteem, self actualization, knowledge and esthetical need. Employee’s engagement is a positive attitude and point of view concerning work which is marked by mental strength (vigor), dedication, and absorption. Transformational leadership is an ability of leaders to motivate their subordinates so that those subordinates could maximize their potentials or achievements in working. The study was conducted among hospital nurses, fifty nurses employed for tryout and the hyphotesis was tested on ninty eight nurses employed. The tools of data collecting used in the study were questionnaires which were consisted of one questionnaire to measure quality of work life, one questionnaire to measure engagement (UWES) and another to measure transformational leadership (MLQ-5X). The hypothesis proposed in the study was tested using double regression analysis, and the result showed the influence of quality of work life and transformational leadership towards working engagement of hospital nurses which was shown by F= 12,709 with p= 0,000 (p < 0,01). Together, quality of work life and transformational leadership affected working engagement.

Kata Kunci : Kualitas kehidupan kerja (QWL), Kepemimpinan Transformasional, Keterikatan kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.