ANALISIS KINERJA BAPPEDA KABUPATEN SORONG SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT TAHUN 2008-2009
HERIT ANI, S.SOS., Dr. Nunuk Dwi Retnandari
2012 | Tesis | S2 Magister Adm. PublikBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sorong Selatan merupakan institusi yang memiliki fungsi dan tanggungjawab untuk mendesain perencanaan pembangunan sebagaimana dimaksudkan di atas. Dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya, sangat terasa bahwa kapasitas kelembagaan organisasi ini masih sangat terbatas, yakni terbatasnya kualitas dan produktivitas sumberdaya aparatur, struktur organisasi yang belum efisien, serta sistem dan mekanisme kerja yang belum efisien pula. Ketiga keterbatasan tersebut merupakan isu strategis yang harus ditangani oleh organisasi BAPPEDA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja di kantor BAPPEDA Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat dan mengetahui faktorfaktor penghambat kinerja di kantor BAPPEDA Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat. Pengukuran dan analisis data dilakukan menggunakan alat ukur yang ada pada Modul 3 Manajemen Stratejik: Pengukuran dan Evaluasi Kinerja, Diklat Teknis Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pengukuran kinerja kegiatan yang ada di Kantor BAPPEDA Kabupaten Sorong Selatan menggunakan Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK). Sedangkan untuk tingkat pencapaian sasaran diukur menggunakan Formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS). Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Kinerja BAPPEDA Kabupaten Sorong Selatan sudah bagus, persentase realisasi pencapaian semua program dan kegiatan hampir seluruhnya terealisasi. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh BAPPEDA Sorong Selatan pada tahun 2008, secara keseluruhan terealisasi 100%. Hanya ada satu kegiatan yang belum terealisasi pada tahun 2008, yaitu Revisi RPJMD Kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2008. Dan pada kegiatan tahun 2009 dua kegiatan tidak mampu direalisasikan, tertatanya lanscaping kantor dinas otonom dan tersedianya perangkat hotspot. Kendala utama yang dihadapi oleh BAPPEDA Sorong Selatan adalah kualitas sumberdaya manusia dan jumlah staf yang terbatas. Selain itu, padatnya kegiatan dan program pembangunan Kabupaten Sorong Selatan sebagai daerah pemekaran menghadapi kendala terbatasnya waktu yang tidak mungkin semua terlaksana dalam jangka 1 tahun.
Regional Planning Board (BAPPEDA) South Sorong Regency is an institution that has a function and responsibility to design the development plan as referred to above. In carrying out the functions and responsibilities, it is felt that the institutional capacity of the organization is still very limited, the quality and productivity of limited personnel resources, organizational structure that has not been efficient, as well as system and working mechanism that has not been efficient as well. The third limitation is a strategic issue that must be addressed by the organization BAPPEDA. This study aims to determine the level of performance in office BAPPEDA South Sorong regency of West Papua province and determine the factors inhibiting the performance in office BAPPEDA South Sorong regency of West Papua province. Measurement and analysis of data is done using the existing gauge on Strategic Management Module 3: Performance Measurement and Evaluation, Technical Training for Government Agencies Performance Accountability. Performance measurement activities in South Sorong regency BAPPEDA Office using Form Performance Measurement Activities (PKK). As for the level of achievement is measured using Form Measurement Achievement Objectives (PPS). Results achieved in this study are as follows. Performance BAPPEDA South Sorong regency has been good, the percentage of realization of the achievement of all programs and activities almost entirely realized. Programs and activities implemented by BAPPEDA South Sorong in 2008, realized 100% overall. There is only one activity that has not been realized in the year 2008, the Revised RPJMD South Sorong regency in 2008. And on activities in 2009 two events can not be realized, well-organized and autonomous offices lanscaping hotspot device availability. The main obstacle faced by BAPPEDA South Sorong is the quality of human resources and a limited number of staff. In addition, the density of activities and programs of South Sorong regency development as a regional division of the limited time constraints facing the impossible all accomplished within a period of 1 year.
Kata Kunci : kinerja, evaluasi, faktor penghambat