Laporkan Masalah

FAKTOR PROGNOSTIK MORTALITAS PASIEN LUKA BAKAR DERAJAT II DAN III YANG DIRAWAT DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2007-2011

Khoirul Anam, dr.Ishandono Dachlan MSc, SpB, SpBP

2012 | Tesis | S2 Ilmu Bedah

Latar Belakang : Luka bakar yang berat memperlihatkan morbiditas dan derajat cacat serta mortalitas yang relatif tinggi dibanding dengan cedera oleh sebab lain. Sekitar dua juta orang menderita luka bakar di Amerika Serikat tiap tahun, dengan 100.000 yang dirawat dalam pusat-pusat perawatan luka bakar. Di Inggris sekitar 250.000 orang mengalami luka bakar setiap tahun. Dari jumlah tersebut, 175.000 harus dirawat di unit gawat darurat, dan 13.000 di antaranya dirawat di rumah sakit. Sekitar 1000 pasien mengalami luka bakar cukup parah, Setiap tahun ratarata 300 kematian akibat luka bakar terjadi. Banyaknya kasus luka bakar tersebut mewakili gambaran jumlah kasus serupa di dunia. Data tentang faktor prognostik mortalitas pasien luka bakar di Indonesia belum ada yang rinci. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan tujuan mencari hubungan antara faktor prognostik dengan kematian pada pasien luka bakar yang dirawat inap. Penelitian ini menggunakan total sampling kecuali yang tidak memenuhi kriteria. Sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi square dan multivariat dengan persamaan regresi logistik dengan hasil bermakna bila nilai P <0,05 dengan CI 95%. Hasil : Dari 119 sampel telah dilakukan analisis secara statistik dengan uji chi square diperoleh hasil sebagai berikut: hubungan umur dengan mortalitas didapatkan nilai P= 0,027, penyebab luka bakar dengan mortalitas nilai P = 0,87, luas luka bakar dengan mortalitas nilai P=0,001 (RR 7,650), lama datang dengan mortalitas nilai P= 0,001 ( RR 4,585), trauma inhalasi dengan mortalitas nilai P = 0.04 (RR=3,000), kadar Hb dengan mortalitas nilai P =0,02 (RR=2,678), jumlah leukosit dengan mortalitas nilai P= 0,259, kadar albumin dengan mortalitas nilai P= 0,001 (RR= 22,977), kadar kreatinin dengan mortalitas nilai P= 0,001 (RR= 4,651), kadar hematokrit dengan mortalitas nilai P= 0,001 (RR= 3,275). Selanjutnya dari hasil analisis multivariat regresi logistik , hubungan dengan mortalitas sebagai berikut : albumin nilai p = 0,001 dengan Ep (B) = 86,413, CI 95% ( 6,423 – 1162,565 ); faktor luas luka bakar nilai p = 0,001 dengan Ep (B) = 77,700 CI 95 %( 5,415 -1114,867); faktor trauma inhalasi nilai P = 0,008 dengan Ep(B) = 69,446 CI 95 %( 2,990 – 1613,166); faktor kadar kreatinin nilai P = 0,054 dengan Ep (B) = 15,250 CI 95 %( 0,955-243.423); faktor lama datang nilai p = 0,038 dengan Ep (B) = 7,854, CI 95 % ( 1,116 – 55,275). Kesimpulan : Faktor prognostik yang berpengaruh sangat kuat terhadap kejadian mortalitas pasien luka bakar adalah kadar albumin, luas luka bakar, trauma inhalasi, lama datang.

Background: Severe burns to show the degree of disability and morbidity and mortality are relatively high compared with others because of injuries. Approximately two million people suffered burns in the United States each year, with 100,000 being treated in treatment centers burns. In the UK around 250,000 people suffered burns every year. Of these, 175 000 should be treated in the emergency room, and 13,000 of them were hospitalized. Approximately 1000 patients had severe burns, each year an average of 300 deaths from burns occur.The number of cases of burns were representative picture of the number of similar cases in the world. Data on prognostic factors in a burn patient mortality in Indonesia there are no specifics. Methods: This study was cross sectional analytic approach with the aim to find a relationship between the prognostic factors with the mortality. This research uses total sampling but that does not meet the criteria. Data analisys with chi square and logistic regretion so the result was signified if the result P value < 0,5 and CI 95 %. Result :Of the 119 samples have been statistically analyzed with chi square test result is obtained as follows: relationship age to mortality P value = 0,027, cause burn to mortality P value = 0,87 , extend burn to mortality P value = 0,001 (RR 7,650), old coming to mortality P value = 0,001 ( RR 4,585), inhalation trauma to mortality P value = 0.04 (RR=3,000), Hb level to mortality P value = 0,02 (RR=2,678), leucocyte count to mortality P value = 0,259, albumin level to mortality P value = 0,001 (RR= 22,977), creatinin level to mortality P value = 0,001 (RR= 4,651), hematokrit level to mortality P value = 0,001 (RR= 3,275). ). Furthermore, the results of multivariate logistic regression analysis found : the factor albumin with p-value = 0.001 Ep (B) = 86.413, 95% CI (6.423 - 1162.565), extensive burns factor p-value = 0.001 with Ep (B) = 77.700 95% CI (5.415 - 1114.867), factor inhalation trauma to the value P = 0.008 Ep (B) = 69.446 95% CI (2.990 - 1613.166), factor serum creatinine value of P = 0.054 with Ep (B) = 15.250 95% CI (0.955 - 243,423), factor of the old coming to the p-value = 0.038 Ep (B) = 7.854 CI 95 % ( 1,116 – 55,275). Conclusions: The prognostic factors that have a powerful influence on the incidence of mortality were albumin levels, extensive burns, inhalation trauma, a longtime of coming.

Kata Kunci : luka bakar, mortalitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.