PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PERJANJIAN KREDIT MIKRO MODAL KERJA PADA PT BANK PERKREDITAN RAKYAT AMBARKETAWANG PERSADA YOGYAKARTA
Marya Biadila. SH, Hariyanto, S.H., M.Kn.,
2012 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenulisan tesis ini bertujuan untuk mengkaji Penerepan prinsip Kehati-hatian( Prudential Banking) dalam Perjanjian kredit mikro modal kerja pada Bank Perkreditan Rakyat Ambarketawang Persada Yogyakarta yang dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pemberian kredit mikro modal kerja. Dan untuk mengetahui dan mengkaji upaya-upaya yang dilakukan pihak Bank Perkreditan Ambarketawang Persada Yogyakarta apabila debitor cidera janji dan wanprestasi sehingga terjadi kredit mikro modal kerja yang macet. Penelitian ini termasuk penilitian yuridis empiris, yaitu pendekatan terhadap masalah dengan melihat dan memperhatikan norma hukum yang berlaku dihubungkan dengan fenomena-fenomena yang ada dari permasalahan yang ditemui dalam penelitian. Teknik pengambilan data pada penelitian kepustakaan dilakukan dengan jalan studi dokumen yaitu suatu teknik atau cara pengambilan data dengan mempelajari bahanbahan kepustakaan, baik berupa buku, hasil penelitian maupun peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan penerapan prinsip kehati-hatian (Prudential Banking) dalam memberikan kredit serta yang berkaitan dengan perjanjian. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan alat berupa pedoman wawancara Data primer dan sekunder akan dianalisis secara kualitatif dengan menyusun secara sistematis dan dianalisis berdasarkan metode induktif kemudian ditarik dalam suatu kesimpulan dari masing-masing rumusan masalah. Hasil dasar pertimbangan bank Perkreditan Rakyat Ambarketawang Persada Yogyakarta menerapkan prinsip kehati-hatian (Prudential Banking) dalam menyalurkan kredit mikro modal kerja berpedoman pada 5 C’s of Credit analisys yaitu analisis kredit yang dinilai dari aspek Watak (Character), Modal (Capital), Kemampuan (Capacity), Jaminan (Collateral), kondisi ekonomi (Condition of economi) serta harus memperhatikan aspek Ketidakleluasaan (Constraint). pada praktiknya Bank Perkreditan Rakyat Ambarketawang Persada lebih mengedepankan aspek Agunan dan kemampuan debitor saja dalam menyalurkan kredit mikro modal kerja. Upaya hukum untuk menyelesaikan apabila terjadi kredit macet yakni dengan parate eksekusi yakni dijual sendiri oleh debitor guna mendapat harga yang lebih tinggi, dan dengan fiat eksekusi melalui lelang yang telah memperoleh penetapan pengadilan..
Writing this thesis aims to examine the application of prudential banking principle in working capital loan agreement at the rural bank Ambarketawang Persada Yogyakrta that serve at the basic consideration in providing micro-credit for working capital. And to identify and assess measure to be carried out the rural Bank Ambarketawang Persada Yogyakarta when the debtor default suffered promise and causing micro-credit working capital problems. This research includes empirical juridicial research, which is the approach to a problem with looking at and concered theapplicable rule of law, linked with the phenomena of the problems found in the research. Data collections techniques in research literatute is condected by studies document that is a data collection technique or mode by studying the literature, either in the form of books,studies, and regulations with regard to the principle of prudent banks in providing credit and associated with the agreement. Primary and secondary data will be qualitative analyzed with systematically arranged and inductive method was with drawn in each problem formulation conclusion. Fieldwork was conducted by means of interviews using an interview guide. The result of basic consideraration bank perkreditan rakyat ambarketawang persada Yogyakarta apply the prudential banking in delivering micro creditfor working capital based on the 5 C’s credit analisys that is from character, capital, capacity, collateral and conditions of economic. And should be consider too about constraint aspect, but in practice in the bank perkreditan rakyat ambarketawang persada Yogyakarta more emphasis about guarantee aspect and debitor capacity in delivery working capital based kredit. The legal action to resolve bad credit bay parate executie, parate executie is sell it own by debtor to get higher price, and wit fiat executie throught an auction that has a court warrant.
Kata Kunci : Prudential Banking, Perjanjian, Kredit