Laporkan Masalah

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN METODE MATCHING BERDASARKAN KONDISI PERAIRAN DI MADURA

HARI TOHA HIDAYAT, Drs. Retantyo Wardoyo, M.Sc, Ph.D.,

2012 | Tesis | S2 Ilmu Komputer

Pemilihan lokasi merupakan langkah pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan usaha budidaya rumput laut. Pertumbuhan rumput laut sangat ditentukan oleh kondisi ekologi setempat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pendukung keputusan dengan menggunakan model pembobotan dan matching untuk menentukan lokasi budidaya rumput laut berdasarkan kondisi perairan. Proses penentuan lokasi yang akan dijadikan tempat budidaya rumput laut dilakukan dengan cara pertama memasukkan nilai kriteria perairan berupa tinggi gelombang, suhu, salinitas, kecerahan air, kecepatan arus, salinitas, CO2, dan DO dimana nilai ini akan dihitung dengan model pembobotan untuk memperoleh nilai kesesuaian, cara kedua setelah memasukkan nilai untuk pembobotan berikutnya memasukkan nilai kekeruhan, total suspended material (TSM), dan klorofil a yang nantinya nilai ini akan digunakan dalam penilaian model matching.

Determining a location was the very important first step in gaining success in seaweed cultivation bussiness. The growth of the seaweeds was highly dependent of local ecological condition. The study aimed at developing a decision supporting system with a weighting and matching model in determining seaweed cultivation location based on local waters condition. The process in determining the location of the seaweed cultivation was carried out by firstly entering waters criteria of wave height, temperature, salinity, water clarity, flow velocity, CO2 and DO into a weighting model to give appropriateness value and secondly entering turbidity value, total suspended materials (TSM) and chlorophylls that were subsequently used in a matching model.

Kata Kunci : penentuan lokasi, pembobotan, matching.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.