Laporkan Masalah

Novel Asywāk Karya Sayyid Quthb Kajian Intertekstual Julia Kristeva

ISLAHUDDIN, Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

2012 | Tesis | S2 Sastra

Karya sastra di dunia, baik secara langsung atau secara tidak langsung merupakan pengaruh pembacaan sang pengarang terhadap karya-karya sebelumnya. Keterpengaruhan hasil pembacaan itu kemudian ditampilkan di dalam karya sastra. Pengaruh ini terlihat di dalam tema dan pesan yang digunakan pengarang sebagai kritik sosial yang terjadi pada masa itu. Salah satu karya sastra yang berisi kritik sosial terhadap tata pergaulan sosial-keagamaan (muamalah) adalah novel Asywāk karya Sayyid Quthb. Penelitian berjudul novel Asywāk karya Sayyid Quthb kajian intertekstual Julia Kristeva ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tata pergaulan sosialkeagamaan (muamalah) dalam novel Asywāk karya Sayyid Quthb dan intertekstualitasnya dengan teks keagamaan dan teks sosial dan budaya. Dengan menggunakan teori intertekstual Julia Kristeva, penelitian ini menggunakan keseluruhan teks yang dapat dikenali dalam novel Asywāk karya Sayyid Quthb sebagai objek kajian. Selanjutnya, objek kajian tersebut dikaitkan dengan teksteks yang menjadi inspirasi penciptaan, meliputi teks keagamaan, teks sosial dan budaya yang dimunculkan dalam teks. Setelah diadakan pembacaan, pelacakan, dan dilakukan analisis data, dapat diketahui bahwa tata pergaulan sosial-keagamaan (muamalah) terdapat dalam novel Asywāk karya Sayyid Quthb dan terdapat intertekstualitasnya dengan teks keagamaan dan teks sosial dan budaya berupa oposisi dan transformasi. Tata pergaulan sosial-keagamaan (muamalah) dan intertekstualitasnya dengan teks keagamaan terealisasi dengan pemanfaatan teks berupa hubungan antara laki-laki dan perempuan, pemanfaatan teks persiapan menjelang pernikahan, dan pemanfaatan teks sikap mulia. Selanjutnya, tata pergaulan sosial-keagamaan (muamalah) dan intertekstualitasnya dengan teks sosial dan budaya terealisasi dengan pemanfaatan teks berupa hubungan antara laki-laki dan perempuan, pemanfaatan teks pembatalan pernikahan, dan pemanfaatan teks sikap mulia. Hasil penelitian ini menunjukkan tata pergaulan sosial-keagamaan (muamalah) dalam teks keagamaan sudah dilanggar oleh umat Islam. Hal ini terekspresi dalam novel Asywāk dalam wujud hubungan tata pergaulan sosial-keagamaan (muamalah) yang tidak sesuai dengan Islam. Selanjutnya, tata pergaulan sosialkeagamaan (muamalah) dalam teks sosial dan budaya telah mengalami pergeseran budaya. Adanya globalisasi dan modernitas menyebabkan masyarakat Mesir mulai memisahkan antara agama dengan kehidupan sosial dan budaya. Selain itu, terdapat budaya patriarki menyebabkan laki-laki memiliki kebebasan bergaul dengan perempuan dan memutuskan peminangan jika laki-laki tersebut meragukan kesucian perempuan.

World literature, either direct or indirect is the reflection of the previous works of the author. The influence of the reading is reflected into a work of literature. The influence could be seen through the theme and impression which are used by the author as a social critic toward the time of the author. One of the critics of the literature to the socio-religious (muamalah) is shown in Asywāk novel by Sayyid Quthb. The research aimed at investigation the socio-religious (muamalah) and the intertextual of the novel. on Asywāk, Sayyid Quthb’s novel, is conducted based on problem of socio-religious interaction (muamalah) and its religious and socio-cultural intertextuality. In practice, the novel is expected to give more knowledge in terms of human particularly male and female relationship in literary piece. The research conducted by research question, how is the socio-religious interaction (muamalah) in Asywāk novel by Sayyid Quthb, and its intertextuality towards the religious and the socio-cultural text. The research question is analyzed by using the theory of intertextual of Julia Kristeva. The data collected by library research and qualitative appoarch. The results of the research shown that socio-religious interaction (muamalah) in Asywāk novel by Sayyid Quthb there is the correlation between the intertextual and the religious text as well the socio-cultural in terms of opposition and text transformation. The socio-religious interaction (muamalah) and the text intertextual with religious aspect is applied within the relationship of male and female. Another intertext is shown through the events and characters, dealing with the theme, events, and characters. Finally, it could be conclude that there is the correlation between the text and the socio-religious aspect in the novel of Asywāk written by Sayyid Quthb.

Kata Kunci : intertekstual, teks dalam, teks luar, transformasi, oposisi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.