FENOMENA PEKERJA ANAK YANG BERASAL DARI WILAYAH DESA KANUNA (STUDI KASUS ANAK YANG BEKERJA NOLEMBA DI PASAR INPRES MANONDA KOTA PALU)
HENDRA, Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A, M.Phil, Prof,
2012 | Tesis | S2 AntropologiDunia anak yang kita kenal tidak jauh dari wilayah bermain, belajar dan tentunya bermimpi atau berangan-angan mengenai cita-cita namun semuanya tidak seperti dunia ideal bagi seorang anak. Seribu satu alasan diberikan untuk menjelaskan keberadaan anak dalam situasi bekerja, salah satunya terjadi di Pasar Inpres Manonda Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui fenomena pekerja anak khususnya yang bekerja nolemba di Pasar Inpres Palu. Rumusan pertanyaan dalam penelitian ini yakni pertama bagaimana anak-anak yang bekerja nolemba memaknai diri dan pekerjaaan mereka?. Kedua bagaimana orang tua anak yang bekerja nolemba dan orang yang menggunakan jasa anak memaknai keberadaan anak-anak yang bekerja nolemba?. Ketiga program apa saja yang telah dilakukan pemerintah daerah? dan apakah program tersebut telah mengakomodir kepentingan anak-anak yang bekerja nolemba?. Penelitian ini dilakukan di wilayah pasar sentral Inpres Manonda sebagai tempat kerja anak dan di desa Kanuna sebagai wilayah tempat tinggal anak nolemba serta beberapa wilayah baik di Kota Palu maupun Kabupaten Sigi-Biromaru. Waktu penelitian dilakukan antara bulan Juli hingga bulan September 2010 dan penelitian dilakukan kembali di bulan November hingga Desember 2011. Informan kunci dalam penelitian ini terdiri atas (1) Anak-anak yang bekerja sebagai kuli nolemba. Batasan usia anak antara 10 hingga 17 tahun, sesuai temuan di lapangan; (2) Orang tua yang anaknya bekerja sebagai kuli nolemba; (3) Orang yang memanfaatkan jasa anak yang bekerja sebagai tenaga nolemba; dan (4) Pemerintah yang diwakili oleh pihak-pihak berkompeten. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dalam kajian literatur yang dilanjutkan dengan observasi lapangan serta wawancara terhadap informan, sementara analisis data penelitian menggunakan analisis fenomenologi. Permasalahan-permasalahan disekitar anak-anak yang kerja nolemba meliputi berbagai faktor yang pertama adalah kebebasan dan otonomi diri anak nolemba, upah dan kesenangan yang anak rasakan selama mereka bekerja dan tidak adanya peraturan yang mempersulit anak kerja nolemba. Rasa malu merupakan alasan lain mengapa anak nolemba tidak melanjutkan sekolah Faktor kedua berkenaan kondisi sosial budaya, baik kesadaran budaya secara individu maupun kolektif serta sistem dan mekanisme sosial dimana anak kerja nolemba. Hal tersebut menyangkut pandangan orang tua, masyarakat dan pengguna jasa anak mengenai keberadaan anak nolemba dimana keberadaan anak nolemba membantu atau hanya menggangu dan membuat resah; dan faktor yang ketiga berkenaan kebijakan pemerintah, yakni dalam upaya melaksanakan pelayanan dan perlindungan, serta partisipasi antar lini pemerintah baik tingkat lokal maupun tingkat nasional dalam mengaplikasikan peraturan yang ada mulai dari pendidikan, kesehatan hingga penegakan hukum yang berdampak pada anak yang kerja nolemba namun begitu program kerja yang dilakukan tidak serta mengentaskan anak nolemba.
Children’s world as we know it is a world play, learn and of course dreaming or daydreaming about the their dreams but all of it is not an ideal for a child. Thousand reasons that are explained the presence of children working which one of it is occurred on the Traditional Market Manonda Palu, Central Celebes. The research conducted to find the phenomenon of child labor, particularly who worked as Nolemba in Traditional Market Palu. The Statement of Probelms are, first how working children as nolemba interpret themselves and their job?. Second, how parents of working children as nolemba and users make sense of the existence of working children as nolemba? and the third what are the local government’s program that has been done? and whether the program has been accommodate the working children as nolemba’s interests?. The research was conducted at the central traditional market area Manonda as a place of working children and in rural Kanuna areas as nolemba children residential as well as some areas in both in Palu City and District Sigi Biromaru. Research study was conducted between July until September 2010 and the research will be carried out again in November to December 2011. Main informant in this study consisted of (1) Children who work as porters nolemba. Limitation age of a child is between 10 to 17 years old, (2) parents whose children work as porters nolemba, (3) people who use the porters’ services as working child power nolemba, and (4), government which represent by competent parties. Data collecting in this study carried out in the literature review, followed by observation and an informant interview, while the analysis of data research is using a phenomenological perspective. Problems among the children who work nolemba are including various factor, the first is the freedom and autonomy of the child nolemba, reward and the pleasure that children got from their work and no regulations that make nolemba children difficult to work. Shame is another reason why Nolemba children do not attend school. Second factor is socio-cultural related to cultural awareness as well as individual and collective as social systems and mechanisms in which working children nolemba. It relates parents point of view, society and service users about the presence of nolemba children; and the fourth factor is regarding to the government policy, it is an effort to implement the service and protection, as well as the participation of government portion between both local and national in applying existing regulations start from education, healthcare to law enforcement that impact on child labor nolemba but the programs do not works as well as alleviating nolemba child .
Kata Kunci : Anak, Pekerjaan, Fenomenologi, Program Kerja.