PENGGUNAAN BAKTERI PROTEOLITIK NON KOLAGENASE DARI LIMBAH INDUSTRI TUNA SEBAGAI AGENSIA BATING PADA PROSES PENYAMAKAN KULIT IKAN TUNA
Ir. AGNES TRIASIH AGUSTIN MAPP.Sc, Prof. Dr. Ir. Suharjono Triatmojo, MS.
2012 | Tesis | S3 Ilmu PeternakanPenelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan enzim protase dari bakteri proteolitik yang diisolasi dari limbah buangan industri ikan tuna, dan di aplikasikan sebagai agensia bating pada penyamakan kulit ikan. Materi penelitian tahap pertama mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri proteolitik non kolagenase dari air cucian dan perut ikan tuna dari industri loin tuna di Bitung, Sulawesi Utara; Tahap kedua mengkarakterisasi enzim dari bakteri hasil tahap pertama isolat bakteri proteolitik non kolagenase, dan tahap ketiga aplikasi enzim protease untuk agensia bating pada penyamakan kulit tuna. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah isolat dengan proteolitik tinggi dan kolagenase rendah dari limbah perut ikan (P3). Hasil sekuensing 16S gen rRNA di peroleh mempunyai homologi dengan bakteri Bacillus subtilis. Sub sp subtilis dengan identity lebih 97%. Kandungan protease di peroleh pada jam ke 20, daya aktifitas tertinggi pada suhu 37oc (1,593 U/ml). Protease yang dihasilkan memiliki aktifasi tertinggi pada suhu 37oc (5, 30 U/ml), pH 6 (15 U/ml. Pada proses bating, perlakuan sebanyak 48 lembar kulit tuna, kelompok satu dengan enzim komersial sebesar 1 %, kelompok dua, kelompok tiga dan kelompok empat masing-masing dengan protease sebesar 1,0%, 1,5 % dan 2,0% . Kulit masing-masing kelompok sebanyak 12 lembar kulit. Perlakuan pemberian protease Bacillus sp sebesar 1%, 1,5% dan 2% pada bating menghasilkan kekuatan sobek, kelemasan, kekuatan tarik dan kemuluran tidak berbeda nyata dari semua perlakuan, dengan demikian semua perlakuan dapat memenuhi standart SNI 06-0777-1998. Perlakuan 1.5% protease sudah bisa mempunyai kualitas sebagai kulit ikan samak dan memenuhi standar untuk kulit samak dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan tas dan dompet.
The purpose of research is the application of protease enzyme from tuna industry waste as a bating agency in the tanning of tuna fish hides. The first stage of the research is to isolate proteolitic bacteria from the wash water of the intestine of the tuna fish loins at Bitung North Sulawesi. The second stage of the research was the fermentation of the proteolitic bacteria in the activated on pH and different temperature. The third stage is the application of the produced protease enzyme as a bating agency in the tanning of tuna fish hides. Of the 10 isolates produced from the waste water of the tuna fish intestines are the Bacillus sp. Sequencing of 16 S gen rRNA has homology as Bacillus subtilis with identity more 97 %. The protease content is achieved after 20 hours. The maximum adaptation produced will have the highest activity at 370 C is (5.30U/ml) and 15U/ml at pH 6,0. The treatment with protease produce by bacillus sp of 1%, 1.5% and 2% for bating agency comparable with commercial enzyme of 1% not significantly different there are for strength, flexibility, stretch. Therefore 1.5% protease of Bacillus sp already meets the standard requirements of SNI 06-0277-1998.
Kata Kunci : Bacillus sp, Protease, Bating, Penyamakan kulit