REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI LISTRIK 20 kV KOTA BENGKULU UNTUK MITIGASI GEMPA
Dedy Abdullah, Dr. Ir. Sasongko PH., DEA
2012 | Tesis | S2 Mag.Sist.Energi ElektrikKota Bengkulu berada pada daerah tumbukan 2 lempeng besar yaitu lempeng Indo-australia di bagian Selatan dan lempeng Euroasia di bagian utara yang ditandai dengan terdapatnya pusat-pusat gempa tektonik di Kepulauan Mentawai dan sekitarnya. Keadaan geologi inilah yang menyebabkan Kota Bengkulu dalam beberapa tahun terakhir sering dilanda gempa tektonik. Jalur distribusi listrik 20 kV kota Bengkulu ada yang terdapat pada wilayah rentan masuk kedalam tanah ketika gempa bumi dasyat terjadi. Terputusnya jaringan distribusi listrik 20 kV pada saat bencana akan akan mengakibatkan kerugian pada masyarakat Bengkulu dan juga bagi PLN sebagai penyedia listrik, keamanan masyarakat juga sangat terancam serta terhambatnya proses penganggulangan bencana. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Newton-Raphson yang diimplementasikan dengan menggunakan software ETAP 6. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rekonfigurasi, profil tegangan dan rugi-rugi daya jaringan distribusi 20 kV kota Bengkulu untuk mitigasi (penanggulangan) gempa. Hasil penelitian menunjukkan rekonfigurasi jaringan distribusi listrik 20 kV kota Bengkulu untuk mitigasi (penanggulangan) bencana gempa dengan asumsi terdapat lima titik terputusnya jaringan distribusi 20 kV dapat dilakukan dengan pengaturan saklar dan menambahkan jaringan baru pada penyulang jaringan distribusi 20 kV. Rekonfigurasi jaringan distribusi 20 kV kota Bengkulu untuk mitigasi (penanggulangan) gempa di titik I skenario 1 menyebabkan kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,026 kV dan susut daya juga mengalami kenaikan sebesar 30,14 kW, skenario 2 menyebabkan kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,521 kV dan susut daya juga mengalami kenaikan sebesar 30,12 kW. Mitigasi (penanggulangan) bencana titik II skenario 1 hanya mengalami sedikit kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,001 kV dan susut daya tidak mengalami perubahan, skenario 2 menyebabkan kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,015 kV tetapi susut daya mengalami penurunan sebesar 9,96 kW. Mitigasi (penanggulangan) bencana titik III menyebabkan kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,004 kV dan susut daya juga mengalami kenaikan sebesar 11,28 kW. Mitigasi (penanggulangan) bencana titik IV menyebabkan kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,078 kV dan susut daya juga mengalami kenaikan sebesar 5,30 kW. Mitigasi (penanggulangan) bencana titik V menyebabkan kenaikan jatuh tegangan sebesar 0,045 kV dan susut daya juga mengalami kenaikan sebesar 0,32 kW.
The city of Bengkulu takes a place between two of big plates that are Indo-Australia in the South and Eurasia in the North that is signed by the presence of tectonic earthquake in the Mentawai island and surroundings. This geological condition makes the Bengkulu city in recent years is attacked by tectonic earthquake. 20 kV electrical distribution line that crosses the Bengkulu city there is an area that susceptible into the ground if great earthquake. The broken of 20 kV electrical distribution line when earthquakes happen that makes losses in the Bengkulu and PLN as well as for electric utilities, public safety is also threatened and hamper the process of disaster management. This research using Newton-Raphson method carried out with ETAP 6 application. The aim of this research knows reconfiguration, voltage profile and power losses of 20 kV distribution network from Bengkulu city for earthquake mitigation. The result showed that reconfiguration of 20 kV electrical distribution network Bengkulu city for earthquake mitigation using assumptions that 5 point breakdown of 20 kV distribution network can be done with switch settings and add a new network of 20 kV distribution network feeder. Reconfiguration of the 20 kV distribution network for the city of Bengkulu earthquake mitigation at the point I first scenario causes an increase in voltage drop of 0.026 kV and the power losses also increased by 30.14 kW, scenario 2 causes an increase in voltage drop of 0.521 kV and the power losses also increased by 30.12 kW. Disaster mitigation scenario II point 1 only a slight increase in voltage drop of 0.001 kV and the power losses does not change, scenario 2 leads to an increase of 0.015 kV voltage drops but power losses have decreased by 9.96 kW. Disaster mitigation scenario point III increase a voltage drop of 0.004 kV and the power losses also increased by 11.28 kW. Disaster mitigation scenario point IV increase a voltage drop of 0.078 kV and the power losses also increased by 5.30 kW. Disaster mitigation scenario point V increase a voltage drop of 0.045 kV and power losses also increased by 0.32 kW.
Kata Kunci : earthquake, mitigation, newton-raphson method, ETAP 6, voltage drop, power losses