Laporkan Masalah

GERAKAN ANTI PENUAAN: POLITIK IDENTITAS USIA LANJUT DALAM KONSTRUKSI INDUSTRI MEDIS

Mahesa Mandiraatmadja, Prof Dr. Heru Nugroho

2012 | Disertasi | S3 Kajian Budaya dan Media

Penuaan penduduk terjadi seiring dengan kemajuan pembangunan di bidang kesehatan, yang ditandai semakin meningkatnya usia harapan hidup. Dalam tiga dekade terakhir, usia harapan hidup di Indonesia terus meningkat menjadi sekitar 70 tahun. Hal itu terjadi karena dalam sepuluh tahun terakhir fenomena gerakan anti penuaan (anti aging) sebagai konsep kesehatan banyak menarik kalangan lanjut usia (lansia). Temuan studi ini menjelaskan bahwa konstruksi identitas lansia dipengaruhi oleh dinamika perkembangan hadirnya konsep kesehatan baru yang dikenal sebagai anti aging. Konsep itu menjadi dasar bagi pengkonstruksian identitas lansia. Melalui proses pembentukan identitas secara internal, lansia mengkonstruksi dirinya sebagai lansia yang tidak lagi lemah dan menyerahkan pada kecenderungan alamiah, tetapi berusaha tampil menjadi sosok yang kuat, produktif, dan menarik. Sedang secara eksternal identitas lansia dikonstruksikan oleh industri medis. Gerakan anti penuaan terus dilakukan dengan dasar ilmu kedokteran modern yang dipakai sebagai instrumen ideologis membentuk identitas baru di kalangan lansia. Industri medis telah berhasil menjadikan gerakan anti aging sebagai praktik kebudayaan sehingga memunculkan ritual baru dalam merawat kesehatan bagi lansia dengan cara menawarkan berbagai produk dan layanan kesehatan supaya tetap sehat meskipun usia menua. Ada berbagai bentuk resistensi sosial meskipun secara faktual mereka lebih berada dalam posisi subordinat. Dua tipe perlawanan diantaranya: pertama, tipe lansia konservatif yang tetap mempertahankan pandangan lama dan tradisional terhadap konsep penuaan; kedua, lansia yang moderat dalam arti menerima konsep gerakan anti penuaan yang dikonstruksikan oleh kekuatan kapitalisme obat, tetapi tetap selektif terhadap berbagai tawaran produksinya. Dua tipe resistensi tersebut dilakukan baik oleh kelompok lansia di kota-kota besar, maupun di kota kecil. Terdapat kecenderungan kelompok lansia di kotakota besar masuk dalam kategori tipe moderat, sementara lansia di kota-kota kecil cenderung masuk dalam kategori konservatif. Pada kenyataannya kedua kelompok lansia baik yang modern maupun yang tradisional, berpotensi masuk dalam jebakan industri medis.

The issue of aging population has been drawn attention in line with the increase of population health quality which among other things is indicated by the increasing rate of life expectancy in the past three decades. The rate of life expectancy in Indonesia has been increasing at 70 years. The situation is influenced by anti aging movement that carries out a new concept of heath for older people. This study is aimed to examine how older people construct their identity and how anti aging movement plays a role in such an identity construction. Informants of this study are doctors, activists of anti aging movement and older people. Result of the study demonstrates that the older people construct their identity internally and externally. Internally, older people consider themselves as strong, productive and attractive people. In this sense they oppose the idea that older people are weak and getting older is natural. Externally, the identity of older people is constructed by medical industry which supports the anti aging movement. Such movement is based on modern medical sciences. Anti aging movement is a cultural practice which generates new health care for older people by providing profound health products and services. This study also indicate that there are social resistances against industrial construction of anti aging.

Kata Kunci : anti aging, identitas, industri medis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.