Laporkan Masalah

OPTIMASI DAN VALIDASI METODE PENETAPAN KADAR KURKUMIN DALAM PLASMA MANUSIA (IN-VITRO) SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

C.E. Dhurhania, Prof. Dr. Sudibyo Martono, M.S., Apt.

2012 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi

Kurkumin merupakan zat warna kuning utama dalam genus curcuma. Pada perkembangannya, kurkumin diketahui memiliki sejumlah aktivitas farmakologi. Hal tersebut membuat kurkumin menarik untuk diteliti dalam penelitian praklinik dan klinik. Oleh karena itu, perlu dilakukan validasi metode bioanalisis kurkumin terkait dengan penggunaannya pada laboratorium klinik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi optimal dan validitas metode KCKT dengan kolom C18 dan detektor UV-vis, menggunakan SPE HLB, pada penetapan kadar kurkumin dalam plasma manusia. Pada penelitian ini digunakan kolom Shim-pack (Shimadzu) VP-ODS (150 x 4,6 mm; 5 μm), fase gerak asetonitril : akuabides (8 : 2) dengan asam asetat 1 % pada kecepatan alir 1,0 mL/menit, dan deteksi pada 425 nm, dengan dimetil kurkumin sebagai standar internal. Solid Phase Extraction (SPE) dipilih sebagai metode untuk ekstraksi kurkumin dari plasma. Optimasi metode dilakukan dengan penentuan komposisi dan kecepatan alir fase gerak yang dilanjutkan dengan uji kesesuaian sistem dan uji efisiensi ekstraksi. Hasil uji selektivitas menunjukkan bahwa puncak kurkumin dan dimetil kurkumin dalam fase gerak ataupun dalam plasma mampu memisah dengan nilai resolusi (R) secara berturut-turut 5,49 dan 3,79. Metode KCKT pada penelitian ini mampu menghasilkan keterulangan yang baik dengan nilai koefisien variasi (KV) < 2 %. Hubungan antara konsentrasi kurkumin dan rasio luas area puncak kurkumin terhadap standar internal dimetil kurkumin memiliki linieritas yang baik pada rentang 0,1 – 5 μg/mL. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi yang berkisar antara 0,9996 – 0,9998. Nilai recovery intraday yang diperoleh berkisar antara 95,87 – 99,47 %, sedangkan recovery interday berkisar antara 94,15 – 98,20 %. Koefisien variasi intraday berkisar antara 0,2245 – 1,5422 %, sedangkan KV interday yang diperoleh berkisar antara 1,1233 – 1,8188 %. Nilai LOD dan LOQ yang diperoleh secara berturut-turut adalah 0,1141 μg/mL dan 0,3804 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa metode KCKT pada penelitian ini memiliki validitas yang baik.

Curcumin is the major yellow pigment of curcuma. Recently, it has been reported that curcumin exhibit numerous pharmacological activities, thus makes interesting to study curcumin in preclinical and clinical research. Therefore, it is necessary to validate bioanalytical method associated with the use of curcumin in clinical laboratories. This study was done in order to obtain optimum conditions and the High Performance Liquid Chromatography (HPLC) method validity, with a C18 column and UV-vis detector, using the SPE HLB, in the determination of curcumin in human plasma. In this study has been used Shim-pack (Shimadzu) VP-ODS column (150 x 4,6 mm; 5 μm), acetonitril : aquabides (8 : 2) with 1 % of acetic acid as mobile phase on flow rate 1,0 mL/menit, and detection on 425 nm, with dimethyl curcumin as internal standard. Solid Phase Extraction (SPE) was chosen as a curcumin extraction method from plasma. The optimization method was done by determining the composition and flow rate of mobile phase, followed by a system suitability and extraction efficiency test. The result of selectivity test show that the peak of curcumin can separating from dimethyl curcumin either in mobile phase or in plasma, with resolution value (R) 5,49 dan 3,79, respectively. HPLC method in this study was able to produce a good repeatability with a coefficient of variation (CV) < 2 %. The correlation between curcumin concentration and curcumin peak area ratio to internal standard dimethyl curcumin, has a good linearity in the range of 0,1 – 5 μg/mL. It is shown by coefficient of correlation values that ranged between 0,9996 – 0,9998. Intraday recovery values ranged from 95,87 to 99,47 %, whereas interday recovery values ranged from 94,15 to 98,20 %. Intraday CV ranged from 0,2245 to 1,5422 %, whereas interday CV ranged from 1,1233 to 1,8188 %. The values of LOD and LOQ were 0,1141 μg/mL and 0,3804 μg/mL, respectively. Based on the result, then could be concluded that HPLC method in this study has a good validity.

Kata Kunci : kurkumin, plasma, KCKT, SPE


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.