Laporkan Masalah

Sinkronisasi Program Perpustakaan Sekolah melalui Asistensi Teknis pada SMPN 1 Yogyakarta

Wontong Benediktus, Sugiyono,Prof. Dr. M.Pd,

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk merancang dan menghasilkan program perpustakaan yang sinkron dengan kurikulum melalui asistensi teknis secara parisipatif dan kolaboratif bagi tiga pustakawan SMPN 1 Yogyakarta. Penelitian dilakukan dari tanggal 24 Januari sampai tanggal 11 Februari 2012. Pengidetifikasian masalah penelitian dilakukan melalui pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara tak terstruktur dengan tiga orang pustakawan, pengamatan langsung dan studi dokumen administrasi perpustakaan untuk prioritasi masalah untuk dipecahkan, dan kuesioner pasca penelitian tindakan terkait dengn pendekatan asistensi teknis dan sinkronisasi program dengan kurikulum. Siklus peneltian tindakan adalah merencanakan, melakukan tindakan,mengamati,dan refleksi atau evaluasi. Pengamatan dan refleksi terjadi dalam proses dan bertahap. Penyusunan program menerapkan pola proses atau tahap yaitu, mendalami visi, misi sekolah dan/atau perpustakaan, mengidentifikasi mandat dan stakeholders, analisis faktor internal dan eksternal perpustakaan, peyusunan, dan finalisasi program. Analisis faktor internal dan eksternal menunjukkan bahwa posisi strategis Perpustakaan SMPN 1 Yogyakarta berada pada kuadran bersaing atau diversifikasi pada Diagram Cartesius dengan nilai kekuatan 1.64, dan tantangan -1.05, yang berarti perpustakaan menggunakan kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang jangka panjang. Disversifikasi dalam konteks perpustakaan adalah pengembangan layanan pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan inkuiri, keaksaraan informasi, dan penelitian. Hasil kuesioner pasca penelitian tindakan yang diperoleh berupa respon dari tiga pustakawan menunjukkan bahwa pendekatan asistensi teknis yang partisipatif dan kolaboratif dalam proses penyusunan program dapat membantu mereka, dan dari kepala sekolah dan kurikulum diperoleh respon bahwa program yang dihasilkan sinkron dengan kurikulum dan pembelajaran. Keseluruhan proses penelitian tindakan ini dilakukan secara partisipatif dan kolaboratif yang merupakan tuntutan validitas penelitian tindakan yaitu validitas proses, valititas demokratis,validitas katalitis, validitas dialogis, dan validitas hasil. Simpulannya adalah bahwa pendekatan asistensi teknis yang partisipatif dan kolaboratif dapat membantu ketiga tenaga pustakawan pada SMPN 1 Yogyakarta, dan program yang dihasilkan sinkron dengan kurikulum dan pembelajaran di sekolah ini. Saran yang dapat diberikan adalah pengawas atau kepala sekolah perlu melakukan asistensi teknis sacara partisipatif dan kolaboratif terhadap masalah yang tidak cukup jika hanya dipantau dan dievaluasi, dan program perpustakaan sekolah perlu disinkronkan dengan kurikulum untuk memicu dan mamacu pengajaran dan pembelajaran berbasis inkuiri, keaksaraan infomasi, dan penelitian bagi siswa.

The purpose of this action research is to design and produce a school library program which is synchronous with curriculum through technical assistance approach to three librarians at SMPN 1 Yogyakarta. This research was conducted from January 24th through February 11th, 2012. The identification of research problems was done by collecting data by means of unstructured interview with three librarians, the study of library administrative documents, and observation to prioritize the problem to be solved, and post action research questionnaires related to technical assistance approach and synchronization of library program with curriculum. The cycle of this action research is plan, action, observation, and reflection or evaluation. The observation and reflection or evaluation occurred within and after the cycles. The process model is applied in designing the program, i.e. study the school vision and mission, and library mission, identify mandates and stakeholders, analyze internal and external factors of the library, design and finalize the program. Internal and external factor analysis show that the strategic position of SMPN 1 Yogyakarta library is in the competitive or diversification quadrant of Cartesius Diagram with the score 1.64, for its strength, and -1.05, for its challenge. This means that the library should use its existing strength for long term advantage. Diversification in terms of school library is to develop its learning service to increase students’ inquiry, research and information literacy skills. The response of the post action research questionnaires from three librarians related to the participative and collaborative technical assistance approach shows that it is helpful, and from the school principal and curriculum affairs shows that the program is synchronous with curriculum and learning. The whole process of this action research is participative and collaborative as the requirement of action research validity i.e. process validity, democratic validity, catalytic validity, dialogic validity, and outcome validity. The conclusion is that participative and collaborative technical assistance approach is helpful for three librarians at SMPN 1 Yogyakarta, and the program designed is synchronous with the curriculum and learning at this school. The suggestions are that the school supervisor and principal need to carry out technical assistance in case that there are problems which are not enough to be merely monitored and evaluated, and the school library program need to be synchronized with the curriculum to trigger and encourage teaching and learning based on inquiry, research and information literacy for students.

Kata Kunci : asistensi teknis, sinkronisasi program, kolaborasi, pembelajaran berbasisi inkuiri, penelitian, dan kekasaraan informasi.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.