Laporkan Masalah

A Linier Programming Model For Assessing Optimum Bank Liquidity (A Study in PT Bank Negara Indonesia, Tbk)

Wara Wibuti Wulandari, Prof. Dr. Zaki Baridwan, M.sc., Akt.

2012 | Tesis | S2 Magister Manajemen

Bank is a complex financial institution due to its multiple financial services to the customer. The complex operation exposes the bank to many risks. One of the risks faced by the bank is liquidity risk in which bank may suffer lack of liquidity and further, insolvency will be occurred. Public distrust and bankruptcy will be unavoidable. Liquidity management is conducted by the bank to avoid lack of liquidity by prudently managing its assets and liabilities to ensure that cash inflows have an appropriate relationship to approaching cash outflows. In practice, because there is trade-off between liquidity and profitability, the bank cannot achieve all the assetliability management targets which are high liquidity and high profitability. Dealing with this problem, this research is aimed to develop linear programming (LP) model for assessing optimum bank liquidity in PT. Bank Negara Indonesia, Tbk. (BNI). The model has the objective function to minimize liquidity consistent with the constraints. The constraints are generated from the central bank regulation and management policies. The decision variables involve selected liability accounts as the sources of funds and selected asset accounts as the uses of funds. The model is a simple form, therefore, it can be extended by incorporating other decision variables and constraints based on the management preferences in order the result can be more accurate in assessing the optimum bank liquidity. This research uses data of BNI’s balance sheet for the period of 2006-2010 to run the model. All the asset and liability accounts are in rupiah currency. The output is the amount should be held by the bank at the lowest cost to provide liquidity demand from asset and liability side. The result of this research is that the model produces unbounded solution in which only basic feasible solution is generated and no optimum solution can be obtained. It occurs because of lack of management constraints which should bind some of the decision variables. The amount of the decision variables produced by the model cannot be compared to the real amount in the balance sheet to evaluate whether the model has a high accuracy. It also cannot be concluded whether BNI has already held the optimum liquidity. In addition, in order the model can be more accurate to assess the optimum liquidity, the bank should have any policy regarding to the decision variables which can generate constraints for the linear programming model.

Bank adalah institusi keuangan yang mempunyai kegiatan operasional yang sangat kompleks sehubungan dengan jasa keuangan yang beragam. Hal tersebut menyebabkan bank rawan terhadap berbagai risiko. Salah satu risiko yang dihadapi oleh bank adalah risiko likuiditas di mana bank dapat mengalami kekurangan likuiditas. Kepercayaan masyarakat akan menurun dan kebangkrutan tidak dapat dihindari. Manajemen likuiditas dilaksanakan oleh bank untuk menghindari kekurangan likuiditas dengan mengelola harta dan kewajiban secara hati-hati untuk menjamin bahwa arus kas masuk sesuai dengan arus kas keluar. Dalam praktiknya, karena terdapat trade-off antara tingkat likuiditas dan keuntungan, maka bank tidak dapat memenuhi semua target dari asset-liability management berupa tingkat likuiditas dan keuntungan yang tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membentuk model linear programming (LP) untuk menaksir likuiditas yang optimal pada PT. Bank Negara Indonesia, Tbk. (BNI). Model tersebut mempunyai fungsi tujuan yaitu meminimalkan likuiditas sesuai dengan batasan-batasan yang berlaku. Pembatas berasal dari peraturan bank sentral dan kebijakan perusahaan. Variabel yang digunakan dalam model ini meliputi beberapa akun kewajiban sebagai sumber dana dan akun harta sebagai penggunaan dana. Model ini adalah model dalam bentuk sederhana, sehingga dapat diperluas dengan menambah variabel dan pembatas sesuai dengan kebijakan perusahaan agar hasilnya lebih akurat. Penelitian ini menggunakan data dari neraca BNI periode 2006-2010 untuk mengoperasikan model tersebut. Semua akun harta dan kewajiban yang dipakai dalam model ini adalah dalam mata uang rupiah. Keluaran dari model tersebut adalah jumlah uang yang harus tersedia dengan biaya terendah untuk memenuhi kebutuhan likuiditas dari sisi harta maupun kewajiban. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa model tersebut menghasilkan solusi unbounded dimana hanya dapat menentukan solusi dasar dan tidak menetukan berapa jumlah yang optimal. Hal ini terjadi karena kurangnya pembatas dari kebijakan perusahaan yang membatasi variabel-variabel tertentu. Jumlah tertentu dari variabel yang dihasilkan oleh model tidak dapat dibandingkan dengan jumlah sebenarnya dalam neraca. Penelitian ini juga tidak dapat menyimpulkan apakah BNI sudah memiliki jumlah likuiditas yang optimal. Selanjutnya, agar model dapat lebih akurat dalam menaksir jumlah likuiditas yang optimal, bank seharusnya mempunyai kebijakan tertentu pada variabel-variabel yang dimasukkan ke dalam model.

Kata Kunci : bank liquidity, liquidity management, linear programming


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.